Wednesday, May 13, 2026
  • Login
SWAHARAH
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
SWAHARAH
No Result
View All Result
Home Agama Khutbah

SHALEH SPIRITUAL DAN SHALEH SOSIAL

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I. by M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.
November 9, 2023
in Khutbah
A A
0
SHALEH SPIRITUAL DAN SHALEH SOSIAL

Dok. pribadi

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

SHALEH SPIRITUAL DAN SHALEH SOSIAL (MUSLIM SEJATI)

Oleh: M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

 

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jum’at rahimakumullah

Orang baik menurut manusia apalagi menurut orang Jawa sebenarnya cukup simpel, dan tidak jauh beda dengan konsep Islam, hanya rincian detilnya saja yang berbeda. Bagaimana itu? yaitu: orang yang baik dengan orang (dengan keluarga, dengan teman, dengan tetangga, dan dengan siapa pun), jaga sopan santun, yang rukun, jangan menyakiti, dan jangan merugikan orang lain, juga nantinya berbakti kepada Tuhan. Itulah falsafah Jawa: Sangkan Paraning Dumadi (dari mana manusia berasal dan akan kemana ia Kembali).  Begitu, rata-rata nasihat orang tua kita dulu itu hampir sama seperti itu, khususnya orang Jawa (tempat pergaulan saya). Kalau tidak begitu, maka disebut orang yang tidak baik atau jahat. Karena itu, ketika ada fenomena bom bunuh diri yang kemudian lebih dikenal dengan istilah teroris, yang pelakunya dikenalkan sebagai muslim taat, rajin shalat, rajin ke masjid…dst semakin menguatkan bahwa orang baik itu yang tidak menyakiti orang apalagi membunuh orang. Nah, bagaimanakah orang baik dalam pandangan Islam? Inilah tema kita kali ini.

Hadirin jamaah rahimakumullah,

Orang baik dalam terminologi agama Islam disebut orang shaleh (atau shalehah, jika perempuan). Secara singkat bisa disebutkan bahwa yang disebut orang shaleh (baik) dalam pandangan Islam adalah orang yang berbuat baik kepada Allah (Tuhan) dan baik kepada sesama (makhluk). Shaleh spiritual dan shaleh sosial. Allah swt berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱرۡكَعُواْ وَٱسۡجُدُواْۤ وَٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمۡ وَٱفۡعَلُواْ ٱلۡخَيۡرَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ۩ ٧٧

“Hai orang-orang yang beriman, ruku´lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS. Al-Hajj (22): 77)

Hadirin, jamaah rahimakumullah,

Ayat ini menggambarkan secara ringkas manhaj Allah swt agar mendapatkan keselamatan dan kemenangan, dunia akherat. Ia diawali dengan perintah untuk ruku’ dan sujud yang merupakan gambaran gerakan shalat yang tampak dan jelas. Dilanjutkan dengan perintah untuk beribadah secara umum yang meliputi segala gerakan badan,  ucapan lisan, mengeluarkan harta, bahkan amal hati dan pikiran yang dilakukan hanya karena Allah, Ikhlas karena Allah. Sehingga segala aktivitas manusia bisa bernilai ibadah jika hati Ikhlas, karena Allah semata. Bahkan kenikmatan-kenikmatan dari kelezatan hidup dunia yang dirasakannya dapat bernilai ibadah, jika dilakukan sesuai syariat dan dilaksanakan dengan ikhlas.

Kemudian, Ayat ini ditutup dengan perintah berbuat baik secara umum dalam hubungan horizontal dengan manusia setelah perintah untuk membangun hubungan vertikal dengan Allah swt. Perintah ibadah dimaksudkan agar umat Islam selalu terhubung dengan Allah sehingga kehidupannya berdiri di atas fondasi yang kokoh karena punya sandaran langsung dengan Tuhan. Sedangkan perintah untuk melakukan kebaikan dapat membangkitkan kehidupan yang istiqamah dan kehidupan masyarakat yang penuh dengan suasana kasih sayang.[1]

Hadirin, jamaah rahimakumullah,

Jadi, konsep Allah swt menyebut orang baik itu jelas, yaitu orang yang hati, sikap, dan perbuatannya itu baik kepada Allah dan baik kepada makhluk (sesama). Dalam bahasa agama disebut hablun minallah wahablun minannas. Maka jika ada muslim yang baik kepada Allah (taat ibadah, shalat dijaga, puasa dikerjakan, bahkan juga haji) tetapi masih buruk dengan orang tua, istri dan anak, tetangga dan manusia pada umumnya, yang istilah fikihnya disebut buruk muamalahnya, maka orang ini belum termasuk orang baik, bukan muslim ideal.

Sebaliknya, orang yang baik dengan manusia (ramah, suka menolong, tidak menyakiti orang, baik dengan tetangga dst) tetapi buruk dengan Tuhannya (Allah): shalat tidak terjaga, puasa seenaknya, halal haram tidak perduli…dst, maka orang ini juga tidak baik, bukan muslim ideal.

Hadirin, jamaah rahimakumullah,

Dari uraian tersebut maka jika diuraikan secara rinci, muslim ideal itu ialah sebagai firman Allah berikut:

۞وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡ‍ٔٗاۖ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗا وَبِذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَٱلۡجَارِ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡجَارِ ٱلۡجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلۡجَنۢبِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخۡتَالٗا فَخُورًا ٣٦

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An-Nisa’: 36)

Pertama, Selalu Bersama Tuhannya

Yaitu beriman kepada Allah swt dengan iman yang benar, bertakwa kepada Allah, selalu berdzikir, bertawakkal, meminta pertolongan hanya kepada-Nya dengan tidak meninggalkan usaha (ikhtiar)…[2]

Kedua, sebelum dengan orang lain perhatian dulu terhadap dirinya

Islam ingin umatnya menjadi terpandang dan berwibawa di tengah-tengah masyarakat. Mereka menjadi orang yang unggul dalam berpakaian, penampilan, gerak-gerik, pekerjaan dan segala aktivitasnya. Sehingga dengan keunggulan ini mereka menjadi teladan (uswah) yang baik. Uswah ini menjadikan mereka layak dan pantas disebut sebagai pembawa panji-panji risalah Islam ini kepada seluruh umat manusia.[3]

Nabi saw bersabda:

اِنَّكُمْ قَادِمُوْنَ عَلَى اِخْوَانِكُمْ, فَاَصْلِحُوْا رِحَالَكُمْ وَاَصْلِحُوْا لِبَاسَكُمْ, حَتَّى تَكُوْنُوا كَاَنَّكُمْ شَامَةٌ فِي النَّاسِ فَاِنَّ اللهَ تَعَالَى لَا يُحِبُّ الْفُحْشَ وَلَا التَّفَحُّشَ

“Sesungguhnya kalian akan mendatangi saudara-saudara kalian, maka pakailah barang-barang kalian, dan baguskanlah pakaian kalian. Agar dengan itu kalian menjadi terhormat di antara manusia. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang kotor lagi mengotori dirinya sendiri.” (HR. Abu Dawud dan Hakim)

Jadi, penampilan rapi, bersih, dan indah itu adalah petunjuk dari Kanjeng Nabi saw. Maka penampilan itu penting. Agar tidak terkesan “kumuh”.

Ketiga Berbuat baik kepada kedua orang tua

Muslim sejati adalah anak yang berbakti kepada kedua orang tua, tidak menyakitinya apalagi sampai durhaka kepada mereka.

Keempat, Mempergauli Istri Dengan Baik.

Pernikahan adalah kehidupan antara laki-laki dan perempuan yang penuh dengan perasaan cinta, kasih sayang, keharmonisan, saling membantu, bekerjasama, saling menasihati, saling memaafkan, dan larut dalam suasana yang penuh dengan kehangatan.[4] Allah swt berfirman:

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ٢١

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

Mempergauli istri dengan baik adalah perintah Allah swt. Karena itu Kanjeng Nabi saw memberi teladan terbaik bagi umatnya, beliau adalah suami terbaik dalam bermuamalah dengan istrinya. Ummul Mukminin Aisyah ra berkata, Rasulullah saw berasabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى. رواه الترمذى

 “Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi, dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam Ash–Shahihah (no. 285).

Kelima, Amanah terhadap Anak-Anaknya

Anak merupakan penyejuk mata manusia dalam kehidupannya. Bersama mereka hidup menjadi manis. Tetapi semua ini bergantung pada kebaikan dalam mendidik dan menumbuhkan mereka pada pertumbuhan yang shaleh, sehingga mereka menjadi unsur-unsur kebaikan dan sumber-sumber kebahagiaan.[5] Sebagaimana firman Allah:

ٱلۡمَالُ وَٱلۡبَنُونَ زِينَةُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia …” (QS. Al-Kahfi: 46)

Jadi anak adalah amanah, titipan Allah yang harus dijaga dengan baik, dididik dengan benar, agar menjadi anak shaleh/shalehah, dijauhkan dari api neraka. Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …” (QS. At-Tahrim [66]: 6)

Keenam, Berbuat baik Dengan Keluarga Dekat dan Jauh

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Nisa’ ayat 36 tersebut di atas.

Ketujuh, Memuliakan Tetangga

Muslim yang baik akan menjadi sebaik-baik manusia dalam berinteraksi dengan tetangganya, paling banyak berbuat baik, serta bersimpati terhadap mereka. Nabi saw bersabda:

ومن كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليكرم جاره

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berbuat baiklah kepada tetangganya.” (HR. Bukhari)

Kedelapan, Berbuat Baik dengan Sesama dan dalam Masyarakat serta berbuat yang berguna bagi manusia

Muslim ideal adalah muslim yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain maupun bagi masyarakat. Sebagaimana sabda baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (Hadits dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ (no. 3289)).

Kesembilan: Tidak berbuat zalim. Jika jadi pemimpin, jadi pemimpin yang adil dan bijaksana. Tidak zalim terhadap rakyatnya.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Kesimpulan

Bahwa manusia yang baik atau muslim ideal itu tidak cukup hanya dengan berbuat baik kepada manusia, ramah, suka menolong, tidak menyakiti, dan memaafkan…dst. Tetapi juga harus baik kepada Allah –bahkan ini mutlak-: yaitu beriman dengan benar, tunduk patuh kepada-Nya, menjauhi larangannya…dst.

  • Karena itu Nabi saw berpesan kepada para wali dari putri mereka, jika ada pemuda yang datang melamar, sementara agama dan akhlaknya baik, maka terimalah dia.

Semoga Allah selalu membimbing kita dengan hidayah dan taufik-Nya, sehingga kita benar-benar menjadi muslim ideal, shaleh spiritual sekaligus shaleh sosial. Amin ya rabbal ‘alamin. [*]

Mojokerto, 25/09/2020

 

Sumber Rujukan

  1. Atabik Luthfi, Dr., M.A., Tafsir Tazkiyah, Jakarta: Gema Insani, 2009.
  2. Muhammad Ali Al-Hasyimi, Dr., Pribadi Muslim Ideal, terj. H. Gozali J. Sudirjo, Lc. dkk, Jakarta: Al-I’tishom, 2020.

 

[1] Tafsir Tazkiyah, 119-120.

[2] Pribadi Muslim Ideal, 7-8.

[3] Ibid, 35.

[4] Ibid, 75.

[5] Ibid, 101.

Previous Post

KAJIAN Dr. KH. AGUS HASAN BASHORI, Lc., M.Si.

Next Post

MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF SUAMI-ISTRI

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

Related Posts

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM
Agama

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026
BERMUHASABAH (INTROSPEKSI DIRI)
Agama

BERMUHASABAH (INTROSPEKSI DIRI)

January 2, 2026
SABAR MENERIMA MUSIBAH
Agama

SABAR MENERIMA MUSIBAH

December 17, 2025
Next Post
MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF SUAMI-ISTRI

MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF SUAMI-ISTRI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

July 29, 2024
PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

July 21, 2024
KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

December 3, 2023
GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

February 1, 2024
BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

4
JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

4
ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

4
ORANG KAFIR SALING MENOLONG

ORANG KAFIR SALING MENOLONG

4
ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026

Recent News

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026
SWAHARAH

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In