Wednesday, May 20, 2026
  • Login
SWAHARAH
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
SWAHARAH
No Result
View All Result
Home Agama

BERPALING DARI QUR’AN, HIDUP JADI SEMPIT

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I. by M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.
July 1, 2024
in Agama, Khutbah
A A
0
BERPALING DARI QUR’AN, HIDUP JADI SEMPIT

sumber: sindonews.com

1
SHARES
56
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

BERPALING DARI QURAN, HIDUPNYA SEMPIT

Oleh: M. Mujib Ansor

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tetap menjaga iman dan takwa kepada Allah swt, kita istiqamah dalam jalan kebenaran dalam kondisi apa pun dan bagaimana pun agar hidup kita mendapatkan Ridha dan pertolongan Allah swt. Amin ya rabbal ‘alamin

Hadirin, jamaah rahimakumullah,

Termasuk wujud dari iman dan takwa adalah selalu berpedoman pada petunjuk al-Qur’an dan mengamalkan perintah dan larangannya. Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam, diturunkan oleh Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw. Fungsinya adalah sebagai petunjuk (huda). Dalam awal-awal surat Al-Baqarah disebutkan sebagai hudan lilmuttaqin (petunjuk bagi orang-orang bertakwa) bahkan hudan linnas (petunjuk bagi manusia).

Sebagai huda, maka Qur’an harus diikuti petunjuknya dan diamalkan, tidak sekedar dibaca. Siapa yang mengikuti petunjuk Qur’an, maka ia faqad hudiya ila shirathil mustaqim (benar-benar telah mendapat petunjuk ke jalan yang lurus). Sebaliknya, jika ia berpaling dari dari Qur’an, tidak mengikuti petunjuknya, maka ia dhalla dhalalan ba’ida (tersesat dengan kesesatan yang jauh).

Allah telah menjamin bagi siapa yang membaca al-Qur’an dan mengamalkan isi kandungannya, tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akherat, dengan firman-Nya:

… فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقٰى

“Maka siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thaha (20): 123)

Dan Allah mengancam orang yang berpaling dari al-Qur’an:

مَنْ اَعْرَضَ عَنْهُ فَاِنَّهٗ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وِزْرًا

“Siapa yang berpaling dari al-Qur’an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat.” (QS. Thaha (20): 100)

Allah juga mengancam, siapa yang berpaling dari al-Qur’an maka akan diberikan kehidupan yang sempit. Allah swt berfirman:

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى

“Dan siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha (20): 124)

Berpaling dari peringatan-Ku, kata Imam as-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain artinya berpaling dari Al-Qur’an.

Menurut Imam Ibnu Katsir maksudnya berpaling dari Qur’an dan Sunnah.

Diberi kehidupan yang sempit, kata Ibnu Abbas ra, maksudnya hidupnya sengsara.

Kata Ibnu Katsir, dadanya sempit, meskipun secara lahir kelihatan senang.

Sementara menurut Ibnul Qoyyim j bahwa perilaku meninggalkan (berpaling) dari al-Qur’an itu bermacam-macam bentuknya, antara lain:

  1. Tidak mau (enggan) mendengarkannya
  2. tidak mengamalkan kandungannya
  3. Tidak bertahkim atau menjadikannya sebagai landasan hukum dalam memutuskan setiap perkara
  4. Tidak bertafakkur, memahami, dan mengetahui apa yang dikehendaki Allah
  5. Tidak menjadikannya sebagai obat penyembuh bagi berbagai macam penyakit hati.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Itu contoh kategori “berpaling” dari al-Qur’an. Padahal Allah mengingatkan, siapa berpaling dari al-Qur’an, akan diberikan kehidupan yang sempit.

Bisa jadi semangat belajar Al-Quran tinggi, semangat masyarakat membaca Al-Qur’an tinggi atau meningkat, tetapi jika masih sebatas membaca saja, bukan mengambil petunjuknya atau melaksanakan perintah dan larangannya, sehingga terjadilah banyak penyimpangan dan kemungkaran. Akibatnya, tidak mendapatkan keberkahan dalam hidup, serta tidak mendapatkan pertolongan Allah. Alias hidupnya sempit.

Misal, perintah terbesar dalam Qur’an ya melaksanakan rukun Islam: seteleh bersyahadat (tauhid), mendirikan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan, dan haji. Faktanya kita dapati banyak dari umat Islam masih meremehkan shalat, meninggalkan shalat, tidak berpuasa Ramadhan (dengan terang-terangan lagi). Maka, bagaimana hidupnya berkah.

Berikutnya, menurut al-Qur`an riba itu haram dan dimurkai oleh Allah serta dihilangkan keberkahannya. Allah berfirman:

… وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ …

“Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS. Al-Baqarah (2): 275)

Faktanya? Masih banyak umat Islam yang akrab dengan riba bahkan menikmati riba, sampai ke pelosok kampung banyak yang jadi nasabahnya bank cicilan, bank cuilan, bank kemisan …dst.

Contoh lain, Qur’an memerintahkan makan dan minum yang halal dan thayyib (halalan thayyiba). Faktanya, banyak yang tidak peduli halal haram, baik dzatnya maupun sababi-nya (sebabnya). Haram dzati (haram zatnya), misalnya: daging babi, khamr, bangkai dst. Haram sababi (haram karena sebab perolehannya), contoh: hasil mencuri, menipu, judi, korupsi, dll.

Contoh berikutnya, menurut al-Qur`an syirik itu adalah dosa besar, kezhaliman terbesar yang paling dimurkai oleh Allah (ان الشرك لظلم عظيم), dan kita diwajibkan untuk menjauhinya, dan mencegahnya. Apa yang terjadi? Sebagian umat Islam justru banyak abai, tidak peduli dengan keberadaan dan penyebaran syirik ini. Bahkan, jika ada yang berdakwah memberantas kesyirikan, maka akan dilawan dan dibenturkan dengan budaya, dianggap melawan tradisi, melawan kebiasaan nenek moyang, dianggap anti kearifan lokal, dan anti budaya dst, atas nama pariwisata, wisata budaya.

Menurut al-Qur’an umat Islam itu harus bersatu dalam kebenaran, dengan memegang tali Allah (agama Allah) dan tidak cerai berai.

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ

“Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, …” (QS. Ali Imran (3): 103)

Bagaimana faktanya? Banyak umat Islam tidak mengindahkannya, tidak bersatu, tidak rukun, mudah diadu domba, dan dipecah belah. Apalagi beda politik, maka saling menjegal dan menjatuhkan. Beda organisasi dan beda politik tidak mau bertemu, bahkan saling menjatuhkan sesama umat Islam itu. Padahal mestinya bisa bekerjasama dan berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat).

Menurut al-Quran umat Islam wajib memilih pemimpin yang muslim, shalih, adil, dan Amanah.

Faktanya? Umat tidak peduli itu. Jika disebutkan kriteria pemimpin yang baik menurut Islam, yang iman takwanya jelas, mereka tidak peduli. Pokoknya kalau disebut-sebut Islamnya, label Islam, maka seolah alergi. Istilahnya: “jualan Islam di tengah-tengah umat Islam itu tidak laku sekarang”, kuatir dicap politik identitas, radikal, dan ekstrem atau apalah.

Padahal pemimpin yang kita pilih itu menyangkut nasib rakyat, umat, bangsa, dan negara. Pertimbangan masyarakat hanya soal pragmatis, sesaat saja, yang penting dapat amplop, dapat sembako atau dapat apa saja yang sifatnya hanya sesaat. Begitu seterusnya. Na’uzhu billah tsumma na’uzhu billah.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Itulah beberapa contoh betapa umat Islam telah berpaling dari Qur’an. Rasulullah ﷺ pernah menyatakan keprihatinan seperti ini:

وَقَالَ الرَّسُوْلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا

Rasul (Muhammad) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini (sebagai) sesuatu yang diabaikan.” (QS. Al-Furqan (25): 30)

Saat itu yang dikeluhkan oleh Rasulullah saw adalah orang-orang kafir yang enggan menerima al-Quran. Nah, bagaimana dengan umat Islam sekarang? Ketika melihat Quran diabaikan, tidak diambil petunjuknya, tidak diindahkan, bahkan diremehkan, tentu Kanjeng Nabi saw akan menyampaikan hal yang sama:

اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا

“…sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini (sebagai) sesuatu yang diabaikan (mahjura).”

Maka bisa jadi, inilah kemungkinan yang menyebabkan kondisi umat Islam masih terpuruk, masih belum bisa “berkuasa”, bahkan justru masih menjadi bulan-bulanan, menjadi rebutan, menjadi buih, dan terpinggirkan, karena -faktanya- umat masih berpaling dari al-Qur’an, belum menjadikan al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman.

Dengan demikian, maka marilah kita semua beriltizam untuk menjadikan al-Qur’an benar-benar sebagai petunjuk dan pedoman hidup kita. Agar hidup kita lapang, diberkahi oleh Allah, dan tidak sempit. Semoga Allah membimbing kita ke jalan-Nya yang lurus, jalan yang diridhai-Nya, dunia dan akhirat. Amin ya rabbal ‘alamin. [*]

Mojokerto, 26/04/2024

 

Sumber Rujukan:

Al-Qur’an dan Terjemah Kemenag (Aplikasi) versi terjemahan 2019.

Al-Hafizh Abul Fida’ Ismail bin Katsir al-Qurasyi ad-Dimasyqi, Tafsir al-Qur’an al-Azhim, juz 2, Bairut: Darul Jil, tt.

Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Aal asy-Syaikh, Dr., Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 5, terj. Abdul Ghaffar, Bogor: Pustaka Imam asy-Syafi’i, 2001.

Al-Allamah Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyuti, Tafsir Jalalain, Juz 1 dan 2, Surabaya: Al-Hidayah, tt.

Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyuti, Tafsir Jalalain, Jilid 2, terj. Bahrun Abubakar, Lc., Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2013.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, 10 Kekasih Allah, terj. Ibnu Ibrahim, Jakarta: Pustaka Azzam, 2000.

 

Previous Post

BONGKAR KONSPIRASI PUTUSAN MA MELOLOSKAN KAESANG

Next Post

KRONOLOGI LAHIRNYA PANCASILA DAN UUD 1945 (Bag. 1)

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

Related Posts

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM
Agama

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026
BERMUHASABAH (INTROSPEKSI DIRI)
Agama

BERMUHASABAH (INTROSPEKSI DIRI)

January 2, 2026
SABAR MENERIMA MUSIBAH
Agama

SABAR MENERIMA MUSIBAH

December 17, 2025
Next Post
KRONOLOGI LAHIRNYA PANCASILA DAN UUD 1945 (Bag. 1)

KRONOLOGI LAHIRNYA PANCASILA DAN UUD 1945 (Bag. 1)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

July 29, 2024
PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

July 21, 2024
KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

December 3, 2023
GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

February 1, 2024
BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

4
JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

4
ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

4
ORANG KAFIR SALING MENOLONG

ORANG KAFIR SALING MENOLONG

4
ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026

Recent News

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026
SWAHARAH

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In