Friday, July 24, 2026
  • Login
SWAHARAH
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
SWAHARAH
No Result
View All Result
Home Agama

MENELADANI NABI IBRAHIM DAN ISMAIL ALAIHIMASSALAM

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I. by M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.
June 4, 2025
in Agama, Khutbah
A A
0
MENELADANI NABI IBRAHIM DAN ISMAIL ALAIHIMASSALAM

sumber: viva.co.id

1
SHARES
98
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

MENELADANI NABI IBRAHIM DAN ISMAIL ALAIHIMASSALAM

Oleh: M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I. (Kepala Divisi Pendidikan YBM Malang)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mari kita meningkatkan iman dan takwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Dan selanjutnya kita berusaha meneladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alihimassalam dalam hal keimanan, keikhlasan, dan ketaatannya kepada Allah swt.

Pada hari-hari ini, jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia sedang melaksanakan ibadah haji di Baitullah di Mekkah al-Mukarromah. Lalu pada tanggal 9 Dzulhijjah, mereka akan wuquf di Arafah. Dan kita –yang di luar itu- disunnahkan berpuasa pada hari itu. Rasulullah saw bersabda (dari Abu Qatadah al-Anshori ra):

قَالَ: وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ؟ فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ»

“Seseorang bertanya kepada Nabi saw tentang puasa Arofah. Maka Nabi saw bersabda: “(Berpuasa pada hari Arafah) akan melebur dosa-dosa setahun yang lalu dan sesudahnya.” (HR. Muslim (2700), Ahmad (22159), Turmudzi (744))

Selanjutnya, pada tanggal 10 Dzulhijjah seluruh kaum muslimin akan melaksanakan shalat Idul Adhha, dan dilanjutkan dengan menyembelih hewan qurban.

Mudah-mudahan kita semua dimudahkan oleh Allah swt untuk bisa melaksanakan semua ibadah yang utama tersebut dengan ikhlas karena Allah semata. Amin ya Robbal ‘alamin.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Berkenaan dengan ibadah qurban ini ada kisah yang tidak bisa dilupakan oleh umat Islam sepanjang zaman, yaitu kisah penyembelihan Nabi Ismail as oleh Nabi Ibrahin as atas perintah Allah swt. Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) bekerja bersamanya, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu?” Ia (Ismail) menjawab: “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS. Ash-Shaffat (37): 102)

Dan seterusnya sampai ayat 107 yang menyebutkan bahwa Allah swt mengganti dengan seekor domba (kambing).

Peristiwa inilah yang kemudian menjadi dasar disyariatkannya ibadah qurban bagi umat Islam pada setiap hari Raya Haji atau Idul Adhha itu.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ada pelajaran penting yang patut diteladani dari peristiwa ini, yaitu (1) keimanan yang kokoh, (2) ketaatan, dan (3) keikhlasan kepada Allah swt. Itu yang membuat Nabi Ibrahim dan Ismail ‘alihimassalam mampu mengorbankan apa yang paling berharga dalam hidupnya untuk Allah swt.

Mungkin kita hanya bisa mengatakan “luar biasa” atau “hebat sekali” keimanan dan ketaatan mereka berdua. Bahkan mungkin tidak ada duanya di dunia ini. Bagaimana tidak?! Dia anak laki-laki satu-satunya, yang lama diharapkan kehadirannya, dan permata hatinya, tiba-tiba ia diminta untuk dikorbankan untuk Allah swt?!

Demikian pula Ismail, seorang remaja yang baru tumbuh berkembang, sudah rela menyerahkan nyawanya untuk Allah swt.

  • Sungguh sebuah contoh keimanan, ketaatan dan keikhlasan yang luar biasa, spektakuler…!

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Demikianlah seharusnya sikap seorang muslim terhadap perintah Allah, tidak banyak pertimbangan dan komentar, tetapi langsung iman dan taat. Sebagaimana firman Allah:

اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَاۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَخْشَ اللّٰهَ وَيَتَّقْهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ

“Sesungguhnya yang merupakan ucapan orang-orang mukmin, apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar ia memutuskan (perkara) di antara mereka, hanyalah, “Kami mendengar dan kami taat.” Mereka itulah orang-orang beruntung. Siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. An-Nur (24) 51-52)

Jadi, sikap muslim yang benar ialah jika ada perintah Allah dan Rasulnya, maka tidak ada kata lain kecuali “sami’na wa atha’na” (kami dengar dan kami taat), tidak ada pilihan lain, dan tidak ada tawar menawar, apalagi dikalahkan dengan pendapat akal manusia.

Gejala ini yang belakangan makin nampak jelas di tengah-tengah umat Islam. Sikap penolakan terhadap syariat Islam, mengingkari al-Qur’an, dan meremehkan perintah Allah swt, sebagaimana yang diusung dan digembor-gemborkan oleh kelompok liberal yang menamakan dirinya dengan JIL (Jaringan Islam Liberal) dan lain-lain yang sefaham dengannya.

Misalnya mereka mengatakan dengan lantang: Aspek Islam yang merupakan cerminan kebudayaan Arab, tidak usah diikuti, misal: jilbab, potong tangan, qishash, jenggot, rajam dll, semua itu tidak wajib diikuti. Ya, intinya mereka mengajak umat untuk bermaksiat dan membangkang (menolak) dari sebagian ayat-ayat al-Qur’an.

Kalau dicermati ucapan mereka yang menolak syariat Islam dan menghadapkannya dengan HAM, dasar pertimbangannya adalah melindungi HAM para penjahat. Sementara syariat Islam adalah melindungi kemaslahatan umat secara umum. Tapi kalau menyebut tentang syariat Islam jangan lantas dikait-kaitkan dengan ISIS atau HTI dsb, karena memang umat Islam ini tidak bisa lepas dari syariat Islam. Bahkan, Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro, MA. alhafizh[1] -hafizhahullah- sering mengatakan dalam ceramahnya, “Islam ini akan benar-benar memberikan rahmatnya (rahmatan lil ‘alamin) kalau syariat Islam benar-benar dijalankan (ditegakkan).”

Mereka juga mengatakan: “Larangan kawin beda agama”, dalam hal ini antara perempuan Islam dan laki-laki non-muslim, sudah tidak relevan lagi, tidak cocok sekarang. Merek tidak putus asa memperjuangkan hal ini. Maka beberapa waktu lalu kita saksikan ada sekelompok orang yang menggugat UU No. 1 th. 1974 tentang Perkawinan kepada Mahkamah Konstitusi (MK), karena dinilai oleh mereka UU itu melanggar HAM.

Padahal Allah swt secara tegas dan jelas melarang hal tersebut dalam firman-Nya di QS. Al-Mumtahanan (60): 10 dan QS. Al-Baqarah (2): 221.

Bahkan secara umum mereka lebih tegas lagi menolak ayat-ayat Madaniyah, dengan mengatakan: Seluruh ayatul ahkam (ayat-ayat hukum) yang turun di Madinah (selain ayat-ayat tentang shalat, puasa, dan haji, makan dan minum) maka harus dianggap sebagai ayat yang berlaku temporer, kontekstual, dan terbatas pada pengalaman sosial bangasa Arab di abad ke-7 M. berarti tidak cocok untuk bangsa selain Arab, dan di abad modern ini. Intinya, sekarang tidak cocok lagi untuk diterapkan…!

Ayat tentang apa saja itu?! Yaitu, ayat tentang hukum waris, perkawinan, kedudukan perempuan, jilbab, hudud, muamalah, jihad, perjudian, dll.

Oleh karena itulah, semangat berkurban Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alihimassalam, yang dilandasi oleh keimanan yang kokoh, ketaatan, serta keikhlasan itu masih tetap relevan untuk kita teladani, dalam rangka membentengi akidah kita dan anak cucu kita dari berbagai penyimpangan dan akidah-akidah sesat itu.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kalau akal saja yang dikedepankan secara mutlak dalam memahami perintah dan hukum-hukum Allah, maka yang terjadi adalah berbagai penyimpangan dan kesesatan. Dan itu adalah jalannya iblis laknatullah ‘alaih, yang telah menggunakan logikanya untuk menolak perintah Allah swt yang sudah jelas dan gamblang. Yaitu ketika diperintah untuk sujud kepada Adam, maka semua malaikat sujud, kecuali iblis yang tidak mau. Ia menolak perintang Allah itu dengan dalih:

قَالَ اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ

” Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau menciptakan aku dari api, sedangkan Engkau menciptakannya dari tanah”. (QS. Shaad (38): 76)

Jadi, setelah dipikir-pikir oleh iblis bahwa perintah ini kok tidak masuk akal, maka ia menolak perintah Allah tersebut.

  • bukan “sami’na wa athana“, tetapi “sami’na wa ‘Ashaina”.
  • Nah, seandainya Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengikuti jalannya iblis, maka tentu ia akan menolak perintah Allah swt. Karena tidak masuk akal. anak kok disuruh menyembelih.
  • Oleh karena iman yang berbicara, apapun perintah itu, masuk akal atau tidak, sesuai atau tidak dengan perkembangan zaman, maka jawabannya adalah tegas: “sami’na wa atha’na”.
  • Bukan wahyu (al-Qur’an dan as-Sunnah) yang harus disesuaikan dengan akal, dan dengan perkembangan zaman, tetapi akal dan perkembangan zamanlah yang harus mau diatur dan tunduk dengan al-Qur’an dan Sunnah.

Inilah maksud diturunkannya al-Qur’an, yaitu untuk diikuti petunjuknya, ditaati perintahnya, ditegakkan hukumnya, dan diamalkan dalam perbuatan nyata. Allah I berfirman:

وَاتَّبِعُوْٓا اَحْسَنَ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَّاَنْتُمْ لَا تَشْعُرُوْنَ ۙ

“Ikutilah sebaik-baik apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu (Al-Qur’an) sebelum azab datang kepadamu secara mendadak, sedangkan kamu tidak menyadarinya.” (QS. Az-Zumar [39]: 55)

اِتَّبِعُوْا مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ

“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu mengikuti pemimpin selainnya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran darinya.” (QS. Al-A’raf [7]: 3)

Ini adalah dalil tentang wajibnya mengikuti al-Qur’an serta mengamalkannya, mengalahkan yang lain. Tidak seperti faham kebatinan maupun liberal, yang menakwilkan al-Qur’an (menyelewengkan makna dari yang sebenarnya) karena mengikuti hawa nafsunya.

Dengan demikian, maka marilah kita semua beriltizam untuk menjadikan al-Qur’an dan as-Sunnah benar-benar sebagai petunjuk dan pedoman hidup kita.

Semoga Allah swt memberikan hidayah dan taufik-Nya kepada kita agar kita bisa memahami dan mengikuti petunjuk al-Qur’an dan Sunnah, bukan membantah dan menolaknya. Amin Ya Robbal ‘alamin. [*]

Mojokerto, 3/10/2014 direvisi 4/6/2025

 

Sumber Rujukan:

  1. Tafsir Ibnu Katsir
  2. Muhammad al-Khalaf, Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup.
  3. Agus Hasan Bashori, Mewaspadai Gerakan Kontekstualisasi al-Qur’an.

 

Catatan kaki:

[1] Beliau adalah Guru Besar bidang Ilmu Fikih di UINSA Surabaya, Rektor UNIPDU Jombang 3 periode: 2009-2023, dan salah satu imam besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Previous Post

KEBERKAHAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH

Next Post

MENGGAPAI KEBAHAGIAAN SEJATI

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

Related Posts

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM
Agama

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026
BERMUHASABAH (INTROSPEKSI DIRI)
Agama

BERMUHASABAH (INTROSPEKSI DIRI)

January 2, 2026
SABAR MENERIMA MUSIBAH
Agama

SABAR MENERIMA MUSIBAH

December 17, 2025
Next Post
MENGGAPAI KEBAHAGIAAN SEJATI

MENGGAPAI KEBAHAGIAAN SEJATI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

July 29, 2024
PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

July 21, 2024
KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

December 3, 2023
GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

February 1, 2024
BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

4
JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

4
ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

4
ORANG KAFIR SALING MENOLONG

ORANG KAFIR SALING MENOLONG

4
ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026

Recent News

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026
SWAHARAH

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In