Wednesday, May 13, 2026
  • Login
SWAHARAH
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
SWAHARAH
No Result
View All Result
Home Agama

KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I. by M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.
March 20, 2024
in Agama, Khutbah
A A
0
KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN

sumber: depoedu.com

0
SHARES
47
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN

Oleh: M. Mujib Ansor (Kepala MA Al-Umm Malang)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Alhamdulillah, kita masih diberikan umur panjang, sehingga bisa mendapati bulan Ramadhan lagi di tahun 1445 H (2024), bulan yang penuh rahmat, berkah, serta ampunan.

Kita berdoa semoga Allah menerima ibadah kita, dan melimpahkan rahmat, berkah, serta ampunan-Nya kepada kita. Amin ya rabbal ‘alamin,

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Puasa Ramadhan disyariatkan pada tahun ketiga Hijrah setelah turun ayat (QS. Al-Baqarah: 185). Puasa Ramadhan adalah ibadah yang menyucikan jiwa dan meningkatkan spiritualitas jiwa seorang muslim, serta menyehatkan badan.

Secara bahasa, puasa (ash-shiyamu, berasal dari kata shama) berarti menahan diri dari sesuatu dan meninggalkannya. Sedangkan menurut istilah (syariat), puasa adalah menahan diri dari makanan, minuman, dan persetubuhan badan, disertai niat sejak terbit fajar sampai matahari terbenam. Kesempurnaannya dengan menjauhi hal-hal yang dilarang dan tidak melakukan hal-hal yang diharamkan.

sumber: wartakota.tribunnews.com

Puasa Ramadhan yang kita laksanakan ini memiliki beberapa keutamaan dan keistimewaan sebagaimana disebutkan oleh Baginda Rasul saw, antara lain:

Pertama, Mendatangkan maghfiroh (pengampunan dosa)

Sebagaimana sabda Baginda nabi saw:

«مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari – Muslim)

Kedua, Wiqayah (Penjagaan dari api neraka)

Rasulullah saw bersabda:

«اَلصِّيَامُ جُنَّةٌ، وَحِصْنٌ حَصِيْنٌ مِنَ النَّارِ

“Puasa itu adalah tameng (perisai) dan benteng kokoh (yang membentengi) dari api neraka.” (HR. Ahmad, 9124)

«الصِّيامُ جُنَّة، فَلَا يَرْفُثْ ولا يَجْهَلْ. وإِنِ امْرُؤٌ قاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ ـ مرَّتين ـ والذي نفسي بيدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ، يَتْرُكُ طَعَامَهُ وشَرابَهُ وشَهْوتَهُ مِن أجْلي، الصِّيامُ لي وأنا أجْزي به، والْحَسَنَةُ بعَشْرِ أمثالِها»

Puasa itu benteng (perisai), maka janganlah berbuat kotor (rafats) dan jangan pula berbuat bodoh. Jika ada orang yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya, maka katakanlah, “Aku sedang berpuasa.” (Beliau mengulang ucapannya dua kali). Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada harumnya minyak misik, karena dia meninggalkan makanan dan minumannya serta nafsu syahwatnya karena Aku (Allah). Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, dan setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa.” (HR. Al-Bukhari, 1873, dan Muslim, 2658)

Dari kedua hadits di atas dapat diketahui bahwa “puasa adalah perisai/benteng” memiliki dua makna: pertama, puasa bisa menyelamatkan dari api neraka (makna hakiki), dan kedua, makna majazi (kinayah/kiasan), bahwa puasa akan menjaga pelakunya dari perbuatan maksiat dan dosa yang akhirnya bisa menyelamatkan dari neraka. Wallahu a’lam.

Ketiga, Matsubah (Pahala yang berlipat ganda)

Allah swt berfirman dalam Hadits Qudsi:

الصِّيامُ لي وأنا أجْزي به، والْحَسَنَةُ بعَشْرِ أمثالِها

“Puasa itu adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Adapun kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. Al-Bukhari)

Keempat: Khushushiyah (Pengkhususan) dengan Sebuah Pintu di Surga yang bernama Ar-Rayyan

Kanjeng Nabi saw bersabda:

إنَّ في الجنَّةِ بَاباً يُقالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk darinya pada hari kiamat, yang tidak akan masuk darinya seorang pun selain mereka.” (HR. Bukhari – Muslim)

Kelima: Memberikan syafaat (pertolongan) pada hari kiamat

Kanjeng Nabi saw bersabda:

«الصِّيَامُ والقُرآنُ يُشَفَّعَانِ في العَبْدِ يَوْمَ القِيَامَةِ.

رواه أحمد وإسناده حسن، على ضعف في ابن لهيعة وقد وثق.

“Puasa dan Al-Quran akan memberikan syafaat kepada hamba (yang mengamalkannya) pada hari kiamat.” (HR. Ahmad 6609, 2/366; Majma’ Zawaid, 10/693))

Keenam: Farhah (Kebahagiaan)

Nabi saw bersabda:

وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُما. إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ بِفِطْرِهِ. وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

“Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kebahagiaan; bahagia pada saat dia berbuka, bahagia dengan berbukanya itu, dan bahagia saat dia berjumpa dengan Tuhannya sebab puasanya itu.” (HR. Bukhari dan Muslim (2659), ini lafzah milik Muslim)

Ketujuh: Tafarrud (bersendirian, tidak ada bandingannya)

Dari Abi Umamah, ia berkata: Saya mendatangi Rasulullah saw, kemudian saya berkata: Tolong perintahkan saya dengan sesuatu, yang saya akan mengambilnya dari Tuan. Nabi saw bersabda:

عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإنَّهُ لاَ مِثْلَ لَهُ».

“Engkau harus berpuasa, karena puasa itu tidak ada yang sebanding dengannya.” (HR. An-Nasa’i 2221, 4/474)

Kedelapan: Dikabulkannya doa

Nabi saw bersabda:

«ثَلاَثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ، وَالإمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ المَظْلُومِ

“Ada tiga golongan yang doanya tidak akan ditolak, yaitu: orang yang berpuasa ketika berbuka, imam yang adil, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. At-Turmudzi 3740, 10/45)

Kesembilan: Bau mulut orang yang berpuasa -di sisi Allah- lebih harum daripada bau harumnya minyak kasturi.

Nabi saw bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ المِسْكِ

“Demi Rabb yang jiwa Muhammad (berada) di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada wangi minyak kasturi.” (HR. Bukhari (1883) dan Muslim (2659))

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Oleh karena itu, puasa kita ini harus dijaga dari hal-hal yang membatalkan puasa dan dari hal-hal yang bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan pahala puasa.

Nabi saw bersabda:

« مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ »

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh (terhadap puasanya) walaupun ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhori, Ahmad dll.)

رُبَّ صائِمٍ حَظُّهُ من صيامِهِ الجوعُ والعَطَشُ

“Berapa banyak orang yang berpuasa, tapi bagiannya hanyalah lapar dan dahaga. (HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan disahihkan Ahmad)

Maka puasa yang sempurna adalah puasa dengan meninggalkan maksiat kepada Allah, menjaga mata, telinga, tangan, kaki, dan hati.

Semoga Allah swt memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita sehingga kita benar-benar bisa melaksanakan puasa dengan baik dan benar sesuai tuntunan Rasulullah saw. Amin ya Rabbal ‘alamin. []

Ditulis ulang

Mojokerto, 8/4/2022 (6 Ramadhan 1443 H)

 

Sumber Rujukan:

Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim al-Jarullah, Risalah Ramadhan, terj. Muhammad Yusuf harun dkk, Jakarta: Yayasan al-Sofwa, 1997.

Dr. Musthafa al-Bugha, Al-Wafi fi Syarhi al-Arba’in an-Nawawiyah, Bairut: Darul-‘Ilmi wan-Nur, tt.

Muhammad Shalih al-Munajjid, Risalah Puasa, Jakarta: Al-Haramain Islamic Foundation Perwakilan Indonesia, bekerjasama dengan Yayasan al-Sofwa, 2001.

Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni, Tafsir-Ayat-Ayat Ahkam, terj. Ahmad Dzulfikar, M.A. dkk., Depok: Keira Publishing, 2016.

Harta Karun Ramadhan, Qiblati Edisi 12/ Th. II, Sept 2007, hal 74-77

 

 

 

Previous Post

KEBENARAN BARU VS KEBENARAN LAMA

Next Post

SIKAP RESMI AMIN TERHADAP HASIL & PELAKSANAAN PILPRES 2024

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

Related Posts

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM
Agama

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026
BERMUHASABAH (INTROSPEKSI DIRI)
Agama

BERMUHASABAH (INTROSPEKSI DIRI)

January 2, 2026
SABAR MENERIMA MUSIBAH
Agama

SABAR MENERIMA MUSIBAH

December 17, 2025
Next Post
SIKAP RESMI AMIN TERHADAP HASIL & PELAKSANAAN PILPRES 2024

SIKAP RESMI AMIN TERHADAP HASIL & PELAKSANAAN PILPRES 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

July 29, 2024
PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

July 21, 2024
KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

December 3, 2023
GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

February 1, 2024
BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

4
JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

4
ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

4
ORANG KAFIR SALING MENOLONG

ORANG KAFIR SALING MENOLONG

4
ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026

Recent News

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026
SWAHARAH

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In