Wednesday, May 13, 2026
  • Login
SWAHARAH
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
SWAHARAH
No Result
View All Result
Home Pendidikan

KIAT-KIAT MENGHADAPI DEKADENSI MORAL GENERASI MILENIAL

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I. by M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.
November 23, 2023
in Pendidikan
A A
2
KIAT-KIAT MENGHADAPI DEKADENSI MORAL GENERASI MILENIAL

sumber: analisapos.com

0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

KIAT-KIAT MENGHADAPI DEGRADASI MORAL GENERASI MILLENIAL
Oleh: Gilang Ramadhan (Kepala SD Islam Al-Umm, Malang)

 

Beberapa bulan terakhir bahkan beberapa tahun terakhir, banyak sekali berita-berita tentang penganiayaan terhadap pendidik atau guru yang dilakukan oleh wali murid. Banyak yang bertanya-tanya tentang kejadian tersebut, siapakah yang salah jika kejadian ini sudah terjadi? Banyak yang menyalahkan guru dan sekolahnya, banyak pula yang menyalahkan orangtuanya.

Salah satu kasus terhangat yang bisa menjadi pelajaran kita adalah, di salah satu sekolah yang berada di daerah Sumbawa Barat ada seorang guru dituntut 50 juta oleh pengadilan karena orang tua tidak terima anaknya diingatkan untuk melaksanakan shalat. Hal ini justru menjadi sesuatu yang menurut kacamata orang awam adalah sebuah keanehan. Bagaimana tidak, bahwa setiap manusia dicitpakan oleh Allah, tidak lain tidak bukan untuk menyembah-Nya, seperti yang di firmankan oleh Allah subhanahu wa ta’ala :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ (الذّاريات : 56)

 Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS.Adz-Dzariyat:56)

Seharusnya orang tua membekali anaknya dengan ayat di atas, mengapa? Karena semewah apapun hidup kita, tidak akan berarti apa-apa jika tidak melaksanakan ibadah kepada-Nya. Sejatinya, kita hidup hanya untuk menunggu waktu shalat. Adapun pekerjaan adalah bagian dari pernak-pernik kehidupan dunia.

Lantas apa yang harus dilakukan oleh orang tua dan guru untuk memberantas degradasi moral ini? Berikut kiat-kiat memberantas degradasi moral yang terjadi pada generasi millenial :

Pertama, Bertakwa kepada Allah ﷻ

Rasulullah ﷺ bersabda :

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْـحَسَنَةَ تَمْحُهَا ، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ». رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan pergaulilah sesama manusia dengan akhlak mulia.” (HR. At-Tirmidzi)

Takwa adalah melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah ﷻ, dan menjauhi segala sesuatu yang Allah larang. Jika kita merasa hamba-Nya, maka sudah sepatutnya kita bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Takwa adalah sebaik-baik bekal yang telah termaktub dalam al-Qur’an.

Semua manusia di hadapan Allah derajatnya sama, kecuali mereka yang bertakwa kepada Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (الحجرات : 13)

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS.Al-Hujurat:13).

Kedua, Memperhatikan yang halal dan yang haram

Orang tua harus mengetahui nafkah yang diberikan kepada keluarganya wajib dengan nafkah yang halal dan baik (thayyib). Karena Rasulullah ﷺ menggambarkan akan datang suatu zaman, yang mana seseorang tidak peduli lagi darimana dia mendapatkan hartanya, baik dengan yang halal maupun dengan yang haram. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

“Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram.” (HR. Bukhari no. 2083).

Dari hadits di atas, semua orang tua wajib memahami dan mengetahui mendapatkan harta dengan cara yang halal dan menjauhi yang haram, karena masing-masing keduanya memiliki dampak yang luar biasa. Salah satu contoh dampak harta yang halal terhadap keluarga adalah, anak menjadi takut kepada Allah. Adapun salah satu dampak dari harta yang haram adalah anak yang tidak takut kepada Allah dan tidak takut akan azab Allah. Oleh karenanya sudah seyogyanya, orang tua memperhatikan dari mana dan bagaimana ia mendapatkan harta yang akan diberikan terhadap keluarganya. Di zaman ini, banyak sekali para orang tua tidak memperhatikan dari mana harta yang dia dapat, yang ada dipikiran mereka adalah, yang penting pulang kerumah membawa uang, akan tetapi mereka tidak memikirkan keberkahan dan kehalalan yang ada di dalam rejeki yang ia dapat. Sejatinya halal itu belum tentu berkah, akan tetapi berkah itu insya Allah sudah pasti halal.

Ketiga, Filterisasi Pertemanan

Berteman memang boleh kepada siapapun, namun ada batasan-batasan dalam berteman. Pengaruh pertemanan dalam pergaulan dan agama sesorang itu sangat berpengaruh, oleh karenanya agama Islam memberikan solusi dan standarisasi dalam bergaul. Rasulullah ﷺ bersabda:

المَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدَكُمْ مَنْ يُخَالِلْ

“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927).

Hadits di atas mengingatkan kita bahwa pengaruh teman dekat itu sangat luar biasa. Rasulullah mengumpamakan orang yang berteman denga orang yang shalih, seperti berteman dengan penjual parfum dan orang yang berteman dengan teman yang buruk seperti berteman dengan pandai besi/tukang besi. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa).

Keempat, Menghadiri Majelis Ilmu

Menghadiri majelis ilmu adalah salah satu kiat yang dapat mencegah degradasi moral pada zaman yang penuh dengan fitnah ini. Majelis ilmu dapat menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan seorang hamba kepada Allah ﷻ.  Para malaikat mengelilingi orang-orang yang duduk di majelis ilmu.

وَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ وَعَنْ أَبِي سَعِيْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالاَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ إِلاَّ حَفَّتْهُمُ المَلاَئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ.)

Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhuma, mereka berdua berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir (mengingat) Allah, melainkan mereka dikelilingi oleh para malaikat, diliputi oleh rahmat, diturunkan sakinah (ketenangan), dan mereka disebut oleh Allah di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim, no. 2700)

Faidah dari hadits tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Hadits ini menunjukkan keutamaan berkumpul dalam majelis dzikir (majelis ilmu).
  2. Hadits ini tidak melazimkan dzikir itu mesti dengan satu suara seperti bentuk dzikir berjamaah yang dilakukan oleh berbagai tarikat sufi.
  3. Orang yang berdzikir dan berada dalam majelis ilmu akan mendapatkan ketenangan hati dan kekhusyu’an, serta kembali kepada Allah.
  4. Maksud diliputi oleh rahmat adalah mereka dekat dengan rahmat atau kasih sayang Allah.
  5. Dikelilingi oleh para malaikat sebagai bentuk pemuliaan kepada mereka dan tanda pekerjaan mereka disukai atau diridhai.
  6. Mereka disebut pada sisi makhluk yang mulia, maksudnya mereka disanjung-sanjung oleh kelompok makhluk yang mulia yang lebih baik dari mereka yaitu di sisi para malaikat.
  7. Al-jaza’ min jinsil ‘amal, artinya balasan sesuai dengan amal perbuatan. Siapa yang berdzikir (mengingat) kepada Allah, maka Allah membalas dengan mengingat-Nya.

Kelima, Berdoa Kepada Allah

Seseorang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, sudah sepatutunya ia meyakini bahwa doa adalah senjatanya orang-orang mukmin. Doa adalah ibadah, sebagaimana yang Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنِ النُّعْمَانَ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النِّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِي وَقَالَ حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ

Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa adalah ibadah.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Doa adalah intinya ibadah. Oleh karena itu doa itu mesti mukhlishan shawaban, yaitu harus ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sudah sepatutnya seseorang yang berdoa menampakkan bahwa ia butuh pada Allah dan menganggap dirinya lemah tanpa pertolongan Allah. Ia berdoa dengan yakin bahwa doa itu akan terkabul, entah akan dikabulkan sesuai yang diminta, atau ditunda sebagai tabungan di akhirat, atau akan dipalingkan dari suatu kejelekan.

Semoga doa-doa yang telah dipanjatkan di terima dan dikabulkan oleh Allah ﷻ, Aaamiin yaa Rabbal ‘Alamin. []

______

 

REFERENSI:

  1. Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.
  2. Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan ketiga, Tahun 1427 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Madarul Wathan.
  3. Tuhfatul Ahwadzi, Abul ‘Ala Al Mubarakfuri, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, Beirut, 7/42
  4. Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, 4/324, Darul Ma’rifah, Beirut, 1379

 

 

 

Previous Post

INDONESIA MERDEKA BERDASARKAN ISLAM

Next Post

KONSEP NABI DALAM PENDIDIKAN KARAKTER (Bag.1)

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

Related Posts

MENGISI KEMERDEKAAN RI dan MENGAWAL PANCASILA
Pendidikan

MENGISI KEMERDEKAAN RI dan MENGAWAL PANCASILA

August 2, 2025
KONTEN MEDSOS DAN KALIMAT THAYYIBAH
Pendidikan

KONTEN MEDSOS DAN KALIMAT THAYYIBAH

July 21, 2024
PROFIL MADRASAH ALIYAH AL-UMM MALANG
Pendidikan

PROFIL MADRASAH ALIYAH AL-UMM MALANG

January 8, 2024
Next Post
KONSEP NABI DALAM PENDIDIKAN KARAKTER (Bag.1)

KONSEP NABI DALAM PENDIDIKAN KARAKTER (Bag.1)

Comments 2

  1. Muchamad Hanafi says:
    2 years ago

    Semoga Pesantren Al-Umm senantiasa menjadi tempat yang penuh cahaya dan ilmu, membimbing santri-satri Generasi Z dengan nilai-nilai keislaman yang kuat dan moral yang tinggi. Semoga mereka mampu menghadapi tantangan zaman ini dengan teguh iman, keteguhan moral, serta semangat untuk membangun masa depan yang lebih baik. Doa terbaik untuk kesuksesan dan keberlanjutan Pesantren Al-Umm dalam mendidik dan membentuk karakter generasi muda.

    Reply
    • M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I. says:
      2 years ago

      امين يا رب العالمين

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

July 29, 2024
PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

July 21, 2024
KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

December 3, 2023
GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

February 1, 2024
BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

4
JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

4
ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

4
ORANG KAFIR SALING MENOLONG

ORANG KAFIR SALING MENOLONG

4
ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026

Recent News

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026
SWAHARAH

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In