Tuesday, May 19, 2026
  • Login
SWAHARAH
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
SWAHARAH
No Result
View All Result
Home Agama Khutbah

ORANG KAFIR SALING MENOLONG

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I. by M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.
November 28, 2023
in Khutbah
A A
4
ORANG KAFIR SALING MENOLONG

David Ben Gurion memproklamasikan berdirinya negara Israel pada 14 Mei 1948.(Wikipedia) [sumber: kompas.com]

1
SHARES
97
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

ORANG KAFIR SALING MENOLONG

Oleh: M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

 

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jum’at rahimakumullah,

Marilah kita terus meningkatkan iman dan takwa kepada Allah swt, karena dengan bekal iman dan takwa inilah yang bisa mendatangkan pertolongan Allah dan mengangkat kita dari kehinaan dan keterpurukan. Kemudian kita bangun terus tali ukhuwah islamiyah di antara semua komponen umat Islam untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan, karena musuh tidak akan menyerang ketika umat Islam bersatu padu. Allah swt berfirman:

لَا يُقَٰتِلُونَكُمۡ جَمِيعًا إِلَّا فِي قُرٗى مُّحَصَّنَةٍ أَوۡ مِن وَرَآءِ جُدُرِۢۚ

“Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok.…” (QS. al-Hasyr: 14)

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jum’at rahimakumullah,

Orang-orang kafir itu saling menolong atau saling membantu di antara mereka. Allah berfirman:

۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوۡلِيَآءَۘ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَإِنَّهُۥ مِنۡهُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ٥١

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. al-Maidah: 51)

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍۚ

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain….” (QS. Al-Anfal: 73)

Ya, orang kafir memang bersatu padu dalam hal memusuhi umat Islam, dan mereka bahu-membahu, saling membantu, dan saling menolong. Hal itu berlangsung dari dulu hingga kini. Sejarah telah membuktikannya. Bagaimana orang kafir Quraisy menghadang dan memusuhi dakwah Nabi saw dan para pengikutnya, baik dengan cara halus maupun kasar. Mulai dari mencela, mengolok-olok, mengusir, menyakiti, memboikot, bahkan hendak membunuhnya. Dan itu dilakukan dengan bahu membahu diantara semua kabilah dari bangsa Quraisy. Bukti berikutnya adalah pada perang Salib, kemudian pendirian negara Yahudi Israel di Palestina, kemudian invasi Amerika Serikat kepada Irak (dengan presiden Saddam Husein), melibatkan 22 negara sekutunya. Untuk lebih jelasnya berikut ini kami paparkan sekedarnya.

Hadirin, jamaah rahimakumullah,

Pertama, tentang Pemboikotan terhadap Nabi saw. Pada tahun ke tujuh dari kenabian, kaum kafir Quraisy menemukan cara baru untuk menghentikan dakwah Nabi saw, yaitu melakukan pemboikotan kepada Nabi dan keluarganya, dari Bani Hasyim dan Bani Al-Muththalib.

Mereka berkumpul di perkampungan Bani Kinanah untuk membuat kesepakatan bersama menghadapi Bani Hasyim dan Bani Al-Muththalib. Isinya: larangan menikah, berjual beli, berteman, berkumpul, memasuki rumah, berbicara dengan mereka, kecuali jika secara suka rela mereka menyerahkan Muhammad untuk dibunuh. Untuk keperluan itu mereka menulis di atas selembar papan berisi kesepakatan dan ketetapan untuk tidak menerima perjanjian dari Bani Hasyim dan tidak perlu ambil peduli keadaan mereka sebelum mereka menyerahkan beliau untuk dibunuh.[1]

Sementara Muhammad al-Ghazali menulis: “Terdorong oleh kebenciannya yang meluap-luap terhadap Islam, kaum musyrikin Quraisy mengadakan suatu perjanjian di antara mereka, yang menetapkan bahwa kaum muslimin dan setiap orang yang memberi angin atau bersimpati kepada mereka atau setiap orang yang memberi perlindungan kepada mereka harus dipandang sebagai suatu “gerombolan” yang perlu dikucilkan dari masyarakat.”[2]

Setelah piagam itu selesai dibuat, lalu digantungkan di tengah ka’bah. Seluruh Bani Hasyim dan Bani Al-Muththalib bergabung menjadi satu, yang mukmin maupun yang kafir, kecuali Abu lahab. Mereka mulai diisolir di lembah pemukiman (syi’ib) Abu Thalib pada malam awal bulan Muharram tahun ketujuh dari kenabian.[3]

Keadaan mereka benar-benar mengenaskan dan kelaparan. Akhirnya mereka hanya bisa makan dedaunan dan kulit binatang. Tidak jarang terdengar suara para wanita dan anak-anak yang merintih karena kelaparan dari syi’ib Abu Thalib tersebut. Pemboikotan ini berlangsung selama tuga tahun, yang berakhir pada bulan Muharram tahun kesepuluh dari nubuwwah.[4]

Kedua, tentang rencana pembunuhan terhadap Nabi Muhammad saw. Setelah mengetahui para sahabat bersama keluarganya mulai meninggalkan Mekkah untuk berhijrah menuju Madinah, orang kafir Quraisy mengadakan pertemuan di Darun Nadwah, yang dihadiri para wakil dari setiap kabilah Quraisy. Ini terjadi kira-kira dua setengah bulan setelah Baiatul Aqabah kubro. Hasilnya (atas usulan Abu Jahal) mereka akan membunuh Nabi saw melalui tangan-tangan para pemuda yang terhormat, kuat, dan perkasa dari setiap suku kabilah Quraisy. Tujuannya agar kematiannya terbagi atas semua suku kabilah Quraisy, sehingga Bani Hasyim tidak bisa menuntut balas atas kematian beliau.[5]

Begitulah orang-orang kafir, mereka selalu bahu membahu dalam menghadapi kaum muslimin dalam banyak kesempatan, termasuk dalam banyak peperangan: Perang Badar, Uhud, Khondaq dan lain-lain.

Ketiga, tentang Perang Salib (1096-1273 M). Perang salib ialah peperangan yang dilakukan umat Kristen Eropa Barat ke tanah Timur, sejak dari abad kesebelas sampai abad ketiga belas tahun Masehi, untuk melepaskan Palestina dari tangan dunia Islam dan untuk mendirikan daulat Kristen Latin di tanah Timur. Perang itu bernama Perang Salib, karena umat Kristen yang turut dalam peperangan itu memakai tanda salib sebagai simbol.[6]

Perang Salib ini berhasil menyatukan bangsa Eropa yang asalnya sulit dasatukan. Hal ini disampaikan Leopold Weiss, seorang penulis kenamaan berdarah Yahudi Polandia, yang setelah memeluk Islam memakai nama Muhammad Asad, dalam buku memoarnya yang terkenal, Road To Mecca, menulis bahwa pengalaman dahsyat dalam Perang Salib inilah yang akhirnya menyadarkan bangsa Eropa bahwa mereka memiliki satu kesatuan kultural. Sebab sebelumnya bangsa ini hampir sulit disatukan karena besarnya ego masing-masing kaum seperti Frank, Saxon, Jermania, Burgundia, Norman, Sisillia, dan Lombardia. Perang Salib pertama inilah yang telah menyatukan mereka dalam satu kebanggaan sebagai bangsa Kristen Eropa.[7]

Membaca sejarah Perang Salib sungguh mengerikan, karena dalam perang Salib ini terjadi banyak kekejaman, kesadisan, dan pembantaian. Sebagaimana dicatat dalam sejarah, seperti yang ditulis A. Latif Osman, bahwa setelah berhasil menguasai Yerusalem (Baitul Maqdis) pada bulan Juni 1099, pasukan salib melakukan pembantaian[8] besar-besaran hingga darah mengalir menganak sungai.[9] Dalam pembantaian itu mati terbunuh tujuh puluh ribu umat Islam. Sedangkan bangsa Yahudi lari bersembunyi di dalam gereja-gereja. Tanpa berperikemanusiaan, gereja-gereja itu dibakar oleh tentara salib, dan bangsa Yahudi itpun hangus terbakar di dalamnya.[10]

Sementara salah seorang sejarawan perang salib sebagaimana yang dikutip Dr. Abdul Aziz bin Ibrahim al-Umari dalam bukunya Penaklukan Dalam Islam memaparkan, “Merupakan sebuah kemustahilan untuk melihat besarnya jumlah korban pembantaian saat itu tanpa dihinggapi oleh perasaan ngeri. Potongan-potongan tubuh mayat berserakan di setiap tempat, tanah tertutup oleh darah para korban, pemandangan tubuh-tubuh yang terpisah dari kepalanya, dan bagian-bagian anggota tubuh yang terpotong dan berserakan di segala penjuru bukanlah satu-satunya hal yang membuat ngeri orang yang menyaksikannya. Karena hal yang lebih mengerikan dari itu semua adalah menyaksikan para tentara salib yang berlumuran darah mulai dari kepala hingga kaki mereka…”[11]

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Keempat, tentang pendirian negara Israel, Wikipedia bahasa Indonesia mengemukakan: “Pendirian negara modern Israel berakar dari konsep Tanah Israel (Eretz Yisrael), sebuah konsep pusat Yudaisme sejak zaman kuno, yang juga merupakan pusat wilayah Kerajaan Yehuda kuno. Setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa menyetujui dijadikannya Mandat Britania atas Palestina sebagai “negara orang Yahudi”. Pada tahun 1947, PBB menyetujui Pembagian Palestina menjadi dua negara, yaitu satu negara Yahudi dan satu negara Arab. Pada 14 Mei 1948, Israel memproklamasikan kemerdekaannya dan ini segera diikuti oleh peperangan dengan negara-negara Arab di sekitarnya yang menolak rencana pembagian ini. Israel kemudian memenangkan perang ini dan mengukuhkan kemerdekaannya. Akibat perang ini pula, Israel berhasil memperluas batas wilayah negaranya melebihi batas wilayah yang ditentukan oleh Rencana Pembagian Palestina. Sejak saat itu, Israel terus menerus berseteru dengan negara-negara Arab tetangga, menyebabkan peperangan dan kekerasan yang berlanjut sampai saat ini. Sejak awal pembentukan Negara Israel, batas negara Israel beserta hak Israel untuk berdiri telah dipertentangkan oleh banyak pihak, terutama oleh negara Arab dan para pengungsi Palestina.[12]

Senada dengan pernyataan tersebut dikemukakan oleh Fauzan Al-Anshari dalam buku Terorisme Konspirasi Anti Islam: “Lihatlah bagaimana Zionis Israel ketika mendirikan negara Yahudi (Jewish state) di tanah suci Palestina milik kaum muslimin dengan merebut dan mengusir penduduknya sejak 1948… kedudukan mereka semakin kokoh karena mendapat dukungan penuh dari AS dan Inggris serta legitimasi PBB.”[13]

Yang perlu digarisbawahi dari pernyataan di atas bahwa berdirinya negara Israel di Palestia adalah atas dukungan Inggris, Amerika, dan dengan legitimasi PBB. Maha benar Allah yang berfirman:

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain….” (QS. Al-Anfal: 73)

Hadirin, jamaah rahimakumullah,

Amerika dan sekutunya (sebanyak 22 negara) bersama-sama menghancurkan Irak (yang saat itu Irak dipimpin oleh Presiden Saddam Hussen ), yang mengawali penyerangannya pada 20 Maret 2003, dengan alasan (tuduhan) yang tidak terbukti sampai sekarang, yaitu Irak (dituduh) memiliki senjata pemusnah massal. Akibatnya, kondisi Irak sangat memprihatinkan sampai hari ini.

Allah swt berfirman:

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍۚ إِلَّا تَفۡعَلُوهُ تَكُن فِتۡنَةٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَفَسَادٞ كَبِيرٞ ٧٣

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfal: 73)

Syaikh as-Sa’di menuturkan: Manakala Allah menyatakan akad muwalah di antara orang-orang mukmin, Dia menyatakan bahwa orang-orang kafir yang dihimpun oleh kekufuran, sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain, maka tidak ada yang mengangkat mereka menjadi wali kecuali orang kafir yang sama dengan mereka.[14]

Beliau melanjutkan, Firman-Nya: “Jika kamu (hai kaum muslimin) tidak melaksanakan.” Yakni berwala’ (bersikap loyal) kepada orang-orang mukmin dan berbaro’ (anti dan berlepas diri) dari orang-orang kafir, di mana kamu berwala’ kepada mereka semua atau berbara’ dari mereka semua, atau kamu berwala’ kepada orang-orang kafir dan berbara’ dari orang-orang mukmin, “niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” Hal itu menimbulkan dampak negatif yang tak terbatas: bercampurnya kebenaran dengan kebatilan…”[15]

Ibnu Katsir berkata: Allah berfirman: “Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” Maksudnya, jika kalian tidak menyingkirkan orang-orang musyrik dan tidak menjadikan orang-orang mukmin sebagai pelindung (pemimpin), maka akan terjadi fitnah di tengah-tengah umat manusia. Yaitu berbaurnya persoalan orang-orang mukmin dengan orang kafir, sehingga hal itu menyebabkan kerusakan yang sangat besar dan lama di tengah-tengah umat manusia.[16]

Lengkapnya firman Allah swt tersebut adalah sebagai berikut:

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَٰهَدُواْ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَواْ وَّنَصَرُوٓاْ أُوْلَٰٓئِكَ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يُهَاجِرُواْ مَا لَكُم مِّن وَلَٰيَتِهِم مِّن شَيۡءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُواْۚ وَإِنِ ٱسۡتَنصَرُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ فَعَلَيۡكُمُ ٱلنَّصۡرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوۡمِۢ بَيۡنَكُمۡ وَبَيۡنَهُم مِّيثَٰقٞۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ٧٢ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍۚ إِلَّا تَفۡعَلُوهُ تَكُن فِتۡنَةٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَفَسَادٞ كَبِيرٞ ٧٣

  1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan
  2. Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. (QS. Al-Anfal: 72-73)

Hadirin jamaah rahimakumullah,

Demikianlah Allah mengabarkan kepada kita bahwa orang-orang kafir itu saling menolong, saling membela, dan saling melindungi, serta saling bekerjasama untuk mewujudkan keinginan mereka, menguasai dunia, dan begitulah faktanya dari dulu hingga hari ini. Demikian pula kaum muslimin di seluruh dunia, oleh Allah juga diperintahkan untuk saling mencintai, saling menolong, saling membela, dan saling melindungi, serta saling bekerjasama untuk izzul Islam wal muslimin (kemuliaan Islam dan kaum muslimin). Faktanya, umat Islam sering mementingkan kelompok sendiri, golongan sendiri, menonjolkan kelompok sendiri dan merendahkan yang lain, bahkan sampai antipati dan memusuhi sesama muslim, sementara tolong-menolong dan bekerjasama dengan orang kafir.

Cinta dengan sesama muslim dan berlepas diri dari orang kafir, dalam ilmu tauhid disebut al-wala’ dan al-bara’. Al-Wala’ secara bahasa berarti dekat. Sedangkan menurut istilah adalah dekat kepada kaum muslimin dengan mencintai mereka, membantu dan menolong atas musuh-musuh mereka, dan bertempat tinggal bersama mereka.

Sementara al-bara’ berarti memutus atau memotong atau berlepas diri. Artinya memutus hubungan atau “ikatan hati” dengan orang-orang kafir, berlepas diri dari kekufuran mereka, sehingga tidak lagi “mencintai” mereka, membela mereka, sebagaimana dilakukan kepada sesama muslim (kecuali sebatas hubungan kemanusiaan dan kemasyarakatan, bukan loyalitas).

Jadi al-wala’ (kedekatan, kecintaan, kesetiaan, dan loyalitas) kita berikan kepada sesama muslim, sementara bara’ (sikap berlepas diri) kita berikan kepada orang kafir. Al-wala’ dalam hadits Nabi disebut al-hubbu fillah (cinta karena Allah) dan bara’ disebut al-bughdhu fillah (benci karena Allah).[17]

Maka firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 73 tersebut perlu direnungkan: “Jika kalian (wahai kaum muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu (yaitu berwala’ kepada kaum muslimin dan bara’ kepada orang kafir), niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.”

Kata Ibnu Katsir: akan terjadi “fitnah” yang menyebabkan kerusakan besar di muka bumi ini. Bisa jadi karut-marutnya di dunia sekarang ini akibat kita (umat Islam) tidak mengamalkan perintah Allah tentang wala’ bara’ ini. Wallahu A’lam []

Ditelaah ulang, 23/11/2023

 

Sumber Rujukan:

Al-Hafizh Imaduddin Abul Fida’ Ismail Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’anul Azhim, Juz I, Bairut: Darul Jiil, tt.

Dr. Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Aal asy-Syaikh, Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 1 dan 3, terj. Abdul Ghaffar, Bogor: Pustaka Imam asy-Syafi’i, 2001.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Tafsir Al-Qur’an, jilid 1 dan 2, terj. Muhammad Iqbal, Lc. dkk., Jakarta: Pustaka Sahifa, 2012.

Dr. M. Al-Husaini Ismail, Konspirasi Armageddon, terj. H. Kamran As’adi Irsyadi, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2004.

Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, Ar-Rahiqul Makhtum, Riyadh: Darus Salam Lin-Nasyr wat-Tauzi’, 1418 H.

Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, Sirah Nabawiyah, terj., Katur Suhadi, Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2004.

Muhammad Al-Ghazaliy, Fiqhus Sirah: Menghayati Nilai-Nilai Riwayat Hidup Muhammad Rasulullah saw., terj. Abu Laila Muhammad Tohir, Bandung: PT. Alma’arif

Dr. Abdul Aziz bin Ibrahim Al-Umari, Penaklukan Dalam Islam, terj. Abdul Basith Basamhah, Lc., Jakarta: Darus Sunnah Press, 2013.

  1. Latif Osman, Ringkasan sejarah Islam, Jakarta: Widjaya, cet.ke-16, 1981.

https://musyafucino.wordpress.com/2013/09/10/mengapa-barat-benci-islam/

https://id.wikipedia.org/wiki/Israel

 

 

Catatan Kaki:

[1] Sirah Nabawiyah, hal. 149.

[2] Fiqhus Sirah, hal. 208.

[3] Sirah Nabawiyah, hal. 149-150; Ar-Rahiqul Makhtum, hal. 106

[4] Sirah Nabawiyah, hal. 150; Ar-Rahiqul Makhtum, hal. 106

[5] Lihat, Sirah Nabawiyah, hal. 219; Fiqhus Sirah, hal. 275.

[6] Ringkasan Sejaran Islam, hal. 93.

[7] Musyaf Senyapena dalam https://musyafucino.wordpress.com/2013/09/10/mengapa-barat-benci-islam/

[8] Bahasa asli di buku tertulis “penyembelihan”.

[9] Lihat, Ringkasan Sejaran Islam, hal. 97.

[10] Ibid, 98.

[11] Penaklukan Dalam Islam, hal. 177.

[12] https://id.wikipedia.org/wiki/Israel

[13] Terorisme Konspirasi Anti Islam, hal. 162.

[14] Tafsir as-Sa’di, juz 3/247.

[15] Ibid.

[16] Tafsir Ibnu katsir, 4/86.

[17] Untuk lebih jelasnya masalah ini perlu pembahasan tersendiri, insyaAllah.

Previous Post

BEDA JAUH NASIB FIRLI DENGAN ANIS

Next Post

BERAWAL DARI CARA MEMANDANG SUATU MASALAH (Bag. 1)

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

Related Posts

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM
Agama

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026
BERMUHASABAH (INTROSPEKSI DIRI)
Agama

BERMUHASABAH (INTROSPEKSI DIRI)

January 2, 2026
SABAR MENERIMA MUSIBAH
Agama

SABAR MENERIMA MUSIBAH

December 17, 2025
Next Post
BERAWAL DARI CARA MEMANDANG SUATU MASALAH (Bag. 1)

BERAWAL DARI CARA MEMANDANG SUATU MASALAH (Bag. 1)

Comments 4

  1. Muchamad Hanafi says:
    2 years ago

    Semoga umat Islam selalu diberikan kekuatan dan petunjuk untuk bersatu dalam ukhuwah yang baik, menjauhi perpecahan, serta mampu membangun kerjasama dan saling pengertian demi kesejahteraan bersama. Aamiin.

    Reply
    • M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I. says:
      2 years ago

      Amin Ya Rabbal ‘Alamin

      Reply
  2. Ramadhan says:
    2 years ago

    Alhamdulillah Masyaa Allah Syukron ilmunya ,
    jazaakumullahu khoyron

    Reply
    • M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I. says:
      2 years ago

      Afwan Pak Rama, waiyyakum

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

July 29, 2024
PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

July 21, 2024
KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

December 3, 2023
GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

February 1, 2024
BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

4
JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

4
ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

4
ORANG KAFIR SALING MENOLONG

ORANG KAFIR SALING MENOLONG

4
ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026

Recent News

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026
SWAHARAH

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In