Pelajaran keras dari umat Hindu untuk orang-orang yang suka “Toleransi Kebablasan”. Bagaimana besarnya ketersinggungan mereka ketika tempat ibadah mereka mau dipakai acara “bersholawat”.
Hendaknya umat tahu, bahwa tempat ibadah mereka atau urusan mereka tidak suka diintervensi -itu bahasa Ida Resi- oleh umat lain (Islam). Maka hentikanlah mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengatasnamakan toleransi dengan melakukan kegiatan keagamaan di tempat ibadah umat lain, seperti: gereja, candi, dll. Apalagi atas nama kebhinnekaan. Itu sudah dibantah keras oleh Pendeta Hindu sendiri.
Maka, kepada saudaraku atau siapa pun yang masih suka propaganda “Toleransi Kebablasan”, atau yang masih belum tahu apa itu toleransi atau kerukunan umat beragama, cukuplah “Protes Keras” dari umat Hindu ini menghentikan tindakanmu selama ini. Janganlah pongah! Engkau yang menuduh saudara muslim lain sebagai “intoleran”, sekarang justru engkau yang dituduh intoleran oleh umat Hindu. Tindakanmu jelas menodai Umat Islam secara keseluruhan.
Soal Toleransi, Umat Islam sudah khatam, tidak perlu diajari lagi. Dari zaman Kanjeng Nabi saw. umat Islam sudah sangat toleran. Jangan dirusak dengan “toleransi yang kebablasan” (istilah ini juga muncul dari Ida Resi tadi)!
Hadanallahu waiyyakum.
Pelajaran keras dari umat Hindu untuk orang-orang yang suka “Toleransi Kebablasan”. Bagaimana besarnya ketersinggungan mereka ketika tempat ibadah mereka mau dipakai acara “bersholawat”.
Hendaknya umat tahu, bahwa tempat ibadah mereka atau urusan mereka tidak suka diintervensi -itu bahasa Ida Resi- oleh umat lain (Islam). Maka hentikanlah mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengatasnamakan toleransi dengan melakukan kegiatan keagamaan di tempat ibadah umat lain, seperti: gereja, candi, dll. Apalagi atas nama kebhinnekaan. Itu sudah dibantah keras oleh Pendeta Hindu sendiri.
Maka, kepada saudaraku atau siapa pun yang masih suka propaganda “Toleransi Kebablasan”, atau yang masih belum tahu apa itu toleransi atau kerukunan umat beragama, cukuplah “Protes Keras” dari umat Hindu ini menghentikan tindakanmu selama ini. Janganlah pongah! Engkau yang menuduh saudara muslim lain sebagai “intoleran”, sekarang justru engkau yang dituduh intoleran oleh umat Hindu. Tindakanmu jelas menodai Umat Islam secara keseluruhan.
Soal Toleransi, Umat Islam sudah khatam, tidak perlu diajari lagi. Dari zaman Kanjeng Nabi saw. umat Islam sudah sangat toleran. Jangan dirusak dengan “toleransi yang kebablasan” (istilah ini juga muncul dari Ida Resi tadi)!
Hadanallahu waiyyakum.