Sunday, May 17, 2026
  • Login
SWAHARAH
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
SWAHARAH
No Result
View All Result
Home Keluarga

JIKA PASANGAN TAK SEMPURNA (Bag. 1)

Komitmen Itu Melahirkan Cinta

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I. by M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.
December 17, 2023
in Keluarga
A A
0
JIKA PASANGAN TAK SEMPURNA (Bag. 1)

Foto: Jamaluddin (dok. pribadi)

1
SHARES
69
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

JIKA PASANGAN TAK SEMPURNA[1]

Oleh: M. Mujib Ansor, S.H., M.Pd.I. (Kadiv. Pendidikan YBM)

Pendahuluan

Pentingnya membahas tentang keluarga sakinah….!

Pada pertemuan sebelumnya sudah dibahas tentang: 1) pentingnya membangun komunikasi suami istri, 2) agar cinta tetap bersemi (jangan remehkan hal sepele, 3) keluarga samara, 4) cara memandang suatu masalah. Sekarang kita lanjutkan dengan membahas tentang komitmen dan menyikapi ketika pasangan tidak sempurna.

 Pentingnya Komitmen (niat, tekad, dan kesetiaan/loyalitas pada nilai)

Suatu ketika, seorang laki-laki mengeluh kepada Sayyidina Umar Ibnul Khaththab t bahwa rasa cinta kepada istrinya sudah memudar. Hampir-hampir tak ada cinta lagi. Karena itu ia bermaksud menceraikannya. Maka Sayyidina Umar t mengingatkannya, “Sungguh jelek niatmu. Apakah semua rumah tangga hanya dapat terbina dengan cinta? Di mana takwamu dan janjimu kepada Allah? Di mana pula rasa malumu kepada-Nya? Bukankah kamu sebagai suami istri telah saling bercampur (sehingga tampaklah rahasiamu) dan mereka (para istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang amat berat?!”

Diane E. Papalia & Sally Wendkos Old dalam buku Human Development (1995) menyebutkan, “Cinta yang didasari semata-mata oleh ketertarikan dan gairah asmara, akan cepat pudar. Pernikahan yang digerakkan oleh ketertarikan pada fisik dan rangsangan seksual, akan segera menemukan kehampaannya. Setelah bulan madu berakhir, mereka akan memasuki bulan-bulan empedu. Cinta yang dulu diburu dengan menggebu-gebu, sekarang tinggal kenangan yang menusuk kalbu. Meskipun masih hidup dalam satu rumah, kehadirannya serasa jauh di mata.”

Sebaliknya, kadang kala pernikahan tidak diawali dengan cinta, tetapi oleh niat yang lurus dan komitmen yang kokoh, maka ini ternyata lebih awet dan langgeng. Ketika R.J. Stenberg mengemukakan teori segitiga cinta dalam tulisannya berjudul A Triangular Theory of Love (1985), ia memasukkan empty love (cinta kosong) sebagai salah satu jenis cinta yang terpenting. Empty love biasa ditemukan pada mereka yang menikah karena perjodohan, atau mereka yang telah berpuluh tahun menikah. Mereka tak lagi memiliki cinta dan kasih sayang, tetapi mereka memiliki ikatan batin yang sangat kuat sehingga senantiasa rukun. Pengikat hati itu tidak lain adalah komitmen –(niat, tekad, dan kesetiaan) yang biasanya bersumber dari keyakinan yang sangat kuat terhadap agama.

 Tidak Sekedar Cinta Romantis

Dari penelitian Fehr dan Russel (1991) hasilnya mengejutkan, cinta yang paling baik ternyata bukan cinta romantis, yakni cinta yang dipenuhi oleh kemesraan dan kasih sayang. Mereka senantiasa ingin berdekatan secara fisik dan selalu ada ikatan emosional yang sangat kuat, tetapi tak ada komitmen yang mereka pegang bersama. Jika waktu telah berlalu dan gairah sudah tak menggebu-gebu, tak ada lagi yang dapat melanggengkan hubungan. Sebab, ketika kemesraan dan kasih sayang sudah pudar, komitmen kepada nilai yang kita yakini merupakan perekat paling kuat. Komitmen moral (demi menghormati orang tuanya) maupun komitmen terhadap pendidikan anak juga bisa menjadi perekat, tetapi tak sekuat komitmen kepada agama.

Benarlah Sayyidina Hasan bin Ali t ketika menjawab orang yang meminta pertimbangan kepadanya. Ia mengatakan, “Kawinkanlah ia dengan orang yang bertakwa kepada Allah. Sebab jika laki-laki itu mencintainya, ia pasti memuliakannya; dan jika ia tidak menyenanginya, ia tidak akan berbuat zalim kepadanya.”

Sebuah komitmen yang kokoh juga dapat menjadi penyulut api cinta. Ia tidak berbicara tentang rupa, tetapi ia berbicara tentang kesetiaan pada nilai yang dipegangnya. Bukan berarti rupa tak memiliki makna sama sekali. Cuma masalah rupa tak lagi menjadi pertimbangan utama. Atau, kalau awalnya digerakkan oleh ketertarikan kepada rupa, komitmen itu dapat melahirkan kesetiaan yang lebih tulus.

Foto: Jamaluddin (koleksi pribadi)

Komitmen itu Melahirkan Cinta

Orang yang menikah dengan berorientasi kepada nilai-nilai agama atau moral cenderung memiliki komitmen yang tinggi. Boleh jadi, ia telah memiliki ketertarikan sebelum menikah, tetapi dorongan agama banyak mempengaruhi keputusannya untuk menikah. Komitmen menjadikan orang memandang apa yang terjadi secara lebih positif. Jika menghadapi situasi yang negatif, komitmen yang ada pada dirinya mendorong untuk lebih berpikir apa yang dapat dilakukan. Ini membuat orang yang memiliki komitmen tinggi lebih mampu menghadapi keadaan sulit atau bahkan buruk. Sikap mental yang lebih baik menjadikannya lebih mampu mengendalikan emosi dan menguasai diri. Orang semacam ini akan lebih sedikit mengeluh dibandingkan dengan mereka yang memiliki harapan perkawinan yang sangat tinggi.

Termasuk sikap yang berlebihan adalah harapan kita untuk mendapatkan pendamping hidup yang benar-benar sempurna, misalnya: mulia akhlaknya, tinggi ilmunya, elok parasnya, kuat fisiknya, dst. Saya khawatir, harapan yang terlampau tinggi justru menjerumuskan kita atau menjadikan kita putus asa. Ketika manusia yang mendekati kesempurnaan tidak kita temukan, maka kita perlu meluaskan jiwa agar tidak meninggikan harapan. Sebaiknya kita perlu menguatkan komitmen untuk saling memperbaiki, saling menolong dalam meningkatkan ketakwaan. Jadi, sungguh berbeda antara komitmen dan harapan. Komitmen mendorong kita untuk lebih mampu menerima keadaan, sekaligus pada saat yang sama memperjuangkannya ke tingkat yang lebih baik. Sedangkan harapan yang tinggi membuat kita peka terhadap kekurangan.

Orang yang komitmennya sangat tinggi, insyaallah akan lebih lapang dada, sehingga terhindar dari fahzhan dan ghalizhal qalbi, yakni buruk atau kasarnya ucapan atau kerasnya hati. Inilah dua hal yang tidak disukai Allah.

Alhasil, orientasi perkawinan bisa mempengaruhi cara kita memandang masalah. Orientasi perkawinan juga berpengaruh pada harapan dan komitmen perkawinan kita.

Berbicara soal komitmen, ada hal yang menarik. Jika ada yang mengatakan bahwa cinta datangnya dari mata turun ke hati, ternyata para pakar psikologi sosial menemukan hal yang berbeda. Memang ada yang jatuh hati karena terpikat oleh kecantikan, tetapi komitmen yang kuat dapat melahirkan cinta dan kasih sayang yang jauh lebih besar dibandingkan ketertarikan yang ditimbulkan oleh pesona kecantikan. Orang yang memiliki komitmen sangat tinggi cenderung lebih mudah mencintai orang dengan komitmen yang sama, meski sebelumnya tidak banyak mengenal. Cinta yang tumbuh karena komitmen lebih mampu membangkitkan kesetiaan dan kasih sayang meskipun mereka “tidak tahu” bahwa itu cinta.

Masih soal komitmen, Goleman menyebutkan bahwa komitmen disebut sebagai salah satu di antara tiga kekuatan motivasi yang banyak ditemukan pada orang-orang yang sangat cemerlang, orang-orang yang hampir senantiasa berada dalam kondisi flow -yakni jenis kecakapan emosi yang mempengaruhi kemampuan seseorang. Mengapa disebut sebagai kekuatan motivasi? Meskipun komitmen merupakan masalah hati, tetapi komitmen yang lurus dan kokoh memang melahirkan motivasi yang dahsyat, termasuk motivasi untuk melakukan perubahan. Jika motivasi itu ada dalam rumah tangga, ia melahirkan kekuatan untuk menerima kekurangan. Dada kita terasa lapang ketika mendapati ketidaksempurnaan pasangan, untuk selanjutnya melangkah melakukan perbaikan. Wallahu a’lam bish-shawab.

  • Nah, ada dua keadaan: 1) suami tidak suka/membenci istri, dan 2) istri kufur (tidak pandai bersyukur) pada suami. Bagaimana jelasnya?!
  • Nah, ikuti uraian selanjutnya [bersambung…!]

Malang, 24/11/2013

  Sumber Rujukan:

 Mohammad Fauzil Adhim, Agar Cinta Bersemi Indah, Jakarta: Gema Insani, cet. ke-4, 2007 (hal. 87-108)

Syaikh Musthofa al-‘Adawi, Romantika Pergaulan Suami Istri, terj. Ahmad Hamdani dan Team, Jogjakarta: Pustaka Al Haura’ – Media Hidayah, cet. I, 2002 (hal 55-62)

KBBI

 

***************

Komitmen  => niat tulus, tekad bulat, kesetiaan (loyal) pada nilai, ikatan kuat.

 

Definisi ‘komitmen’

 

Indonesian to Indonesian

noun

1. perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak: perkumpulan mahasiswa seharusnya mempunyai — thd perjuangan reformasi

source: kbbi3

Visual ArtiKata

 

 

 

[1] Makalah disampaikan pada kajian rutin setiap Ahad ke-4 di Masjid Jami’ Al-Umm Malang, 24/11/2013.

Previous Post

BRIGADE AL-QASSAM HANCURKAN 72 TANK IDF DALAM 3 HARI

Next Post

JIKA PASANGAN TAK SEMPURNA (Bag. 2)

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

Related Posts

JIKA PASANGAN TAK SEMPURNA (Bag. 2)
Keluarga

JIKA PASANGAN TAK SEMPURNA (Bag. 2)

December 18, 2023
BERAWAL DARI CARA MEMANDANG SUATU MASALAH (Bag. 2)
Keluarga

BERAWAL DARI CARA MEMANDANG SUATU MASALAH (Bag. 2)

November 30, 2023
BERAWAL DARI CARA MEMANDANG SUATU MASALAH (Bag. 1)
Keluarga

BERAWAL DARI CARA MEMANDANG SUATU MASALAH (Bag. 1)

November 29, 2023
Next Post
JIKA PASANGAN TAK SEMPURNA (Bag. 2)

JIKA PASANGAN TAK SEMPURNA (Bag. 2)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

July 29, 2024
PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

July 21, 2024
KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

December 3, 2023
GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

February 1, 2024
BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

4
JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

4
ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

4
ORANG KAFIR SALING MENOLONG

ORANG KAFIR SALING MENOLONG

4
ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026

Recent News

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026
SWAHARAH

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In