Wednesday, May 13, 2026
  • Login
SWAHARAH
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu
No Result
View All Result
SWAHARAH
No Result
View All Result
Home Pendidikan

KONSEP NABI DALAM PENDIDIKAN KARAKTER (Bag.1)

Mencetak Manusia yang Hanya Menyembah Allah Subhanahu wa Ta'ala

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I. by M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.
November 25, 2023
in Pendidikan
A A
2
KONSEP NABI DALAM PENDIDIKAN KARAKTER (Bag.1)

sumber: islamdigest.republika.co.ic

0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

@Serial Pendidikan Karakter Berbasis Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

KONSEP NABI r  DALAM PENDIDIKAN KARAKTER[1]

(Bag. 1)

Oleh: M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I. (Kepala MA Al-Umm Malang)

 

Pengantar

Makalah ini membahas tentang konsep dan metodologi Nabi r dalam mendidik para sahabat y, yang semula mereka berada dalam sebuah zaman yang disebut “zaman jahiliyah“, karena kebodohan mereka dalam hal agama dan buruknya akhlak mereka, kemudian setelah dididik oleh Baginda Nabi r -dengan konsep dan metode yang jelas- mereka berubah menjadi manusia-manusia yang beriman, beradab, dan berkarakter (berakhlak) mulia.

Inilah yang mengilhami penulis mengangkat tema ini, agar keberhasilan Nabi r dalam mendidik karakter para sahabat tersebut dapat mengilhami sekaligus menjadi teladan atau model bagi pendidikan di Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim, yang kini tengah mengalami berbagai krisis multi dimensi: mulai dari krisis ekonomi, hukum, sosial, budaya, dan politik, sampai pada krisis aqidah, dan krisis akhlak.

Penulis berharap agar makalah ini bisa menjadi salah satu solusi dari berbagai permasalahan yang ada, khususnya yang berkaitan dengan “pendidikan karakter” anak bangsa yang belakangan semakin gencar diperbincangkan. Mengingat mayoritas negeri ini berpenduduk muslim, maka menawarkan konsep pendidikan karakter berbasis Islam adalah sesuatu yang sangat mungkin atau sebuah keniscayaan. Kalau lima belas abad yang lalu Kanjeng Nabi Muhammad r berhasil mendidik dan mengubah masyarakat yang tadinya jahiliyah menjadi masyarakat beriman, beradab, dan sekaligus berkarakter (berakhlak mulia), mengapa kita tidak?! Ini kata kuncinya.

Kemudian, di antara pilar terpenting dalam membangun umat dan masyarakat adalah pendidikan dan pengajaran. Karena dengan pendidikan dan pengajaran inilah peradaban bisa ditegakkan, generasi bisa dibentuk, masyarakat bisa dibangun, akhlak bisa diluruskan, jiwa disucikan, dan tujuan-tujuan bisa dicapai.

Jika kita membicarakan tentang ”pendidikan karakter” Nabi r, maka itu pada hakikatnya adalah membicarakan ”pendidikan” Nabi r itu sendiri, karena pendidikan yang dilakukan Nabi r adalah sebuah pendidikan yang komprehensif, yaitu pendidikan lahir dan batin, pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu tetapi juga menanamkan iman dan akhlak mulia, yang di dalamnya juga sekaligus pendidikan karakter. Jadi, membahas pendidikan karakter Nabi tidak bisa dipisahkan dari pendidikan secara umum yang dilakukan oleh Nabi r. Bahkan, tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa konsep pendidikan yang dipraktikkan oleh Nabi r adalah pendidikan karakter berbasis Islam. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini selanjutnya penulis cukup menggunakan istilah pendidikan untuk menyebut pendidikan karakter.

Pembahasan mengenai konsep Nabi dalam pendidikan karakter ini meliputi bebarapa poin, antara lain: a). Prinsip-prinsip dasar dan karakteristik pendidikan Nabi, b). Dasar atau landasan pendidikan, c). Konsep niat, d). Tujuan pendidikan, e). Konsep ilmu, f). Guru dan murid, g). Tempat pendidikan, dan h). Evaluasi dan lulusan pendidikan.

Itulah poin-poin yang akan kita bahas dalam bab ini secara berseri, insyaAllah. Semoga dimudahkan oleh Allah dan ada manfaatnya.

A. Prinsip-Prinsip Dasar dan Karakteristik Pendidikan Nabi r

Sebagaimana dimaklumi, bahwa manusia sebelum diutusnya Nabi Muhammad r hidup dalam kubangan kebodohan dan kegelapan, dipimpin oleh khurafat dan hawa nafsu, serta tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Pendek kata, disebut zaman jahiliyah (kebodohan), yang hidup subur di dalamnya paganisme (penyembahan berhala), fanatisme golongan dan kesukuan, sektarian, sentimen kelas, dan apartheid. Umat tersebut tidak mempunyai kedudukan dan pengaruh di dunia ini.

Kemudian Allah I mengirimkan rahmat dan karunia-Nya berupa diutusnya Nabi Muhammad r untuk mengentaskan manusia dari kebodohan. Akhirnya mereka menjadi umat yang mengagungkan Allah, berperadaban, dan menjadi pemimpin umat di dunia, dalam rentang waktu yang sangat singkat. Ambruklah imperium Romawi dan Persia, dan manusia masuk Islam secara berbondong-bondong. Ini adalah hasil dari metodologi (manhaj) Nabi r dalam pendidikan dan pengajaran yang kokoh, yang memiliki prinsip-prinsip dan karakteristik istimewa yang perlu direnungkan dan diaplikasikan dalam dunia pendidikan kita sekarang ini.

Prinsip-prinsip dan karakteristik pendidikan Nabi r tersebut antara lain:

Pertama: Mencetak manusia yang hanya menyembah kepada Allah I semata

Karakter pertama pendidikan Nabi adalah akidah tauhid, yaitu mencetak manusia yang hanya menyambah Allah I, dan membebaskan manusia dari penghambaan kepada selain Allah, yang disebut syirik. Ini adalah misi utama dakwah dan pendidikan Nabi r, dan karakter dakwah semua rasul. Sebagaimana firman Allah dalam surat an-Nahl (16) ayat 36:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut[2] itu.”

Dan firman-Nya:

وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا نُوْحِيْٓ اِلَيْهِ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدُوْنِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (QS. al-Anbiya’ (21): 25)

Maka inti dakwah setiap rasul adalah untuk mencetak manusia yang hanya menyembah Allah semata. Sebagaimana yang diucapkan oleh Nabi Nuh, Hud, Shalih, Syu’aib, Ibrahim, dan lain-lain.[3] Artinya, tabiat dakwah semua rasul adalah satu: sama-sama menyeru kepada jalan ketauhidan dengan segala cabang, jenis, dan konsekuensinya; seperti keharusan membersihkan segala kemusyrikan dengan segala akar dan bentuknya.[4] Ini bisa merealisasikan tujuan penciptaaan manusia, dan memenuhi panggilan fitrah manusia. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat (51): 56)

Maka, hasil dari pendidikan semacam ini melahirkan manusia-manusia hebat yang tunduk patuh kepada Allah tanpa reserve, loyal dengan Islam, punya semangat tinggi dalam berdakwah, berlomba-lomba dalam kebaikan, dan berakhlak mulia, jauh dari sifat-sifat tercela.

Hilangnya karakter ini dari pendidikan Islam akan berakibat fatal, yaitu rusaknya timbangan, goncangnya pemahaman, berbenturan dengan fitrah manisa, dan hilangnya keutamaan, idealisme, serta nilai-nilai luhur yang islami, serta melahirkan materialisme dan sekularisme.

belajar tauhid di kelas (dok. pribadi)

Kedua: Mendidik anak sejak kecil. Artinya, konsep pendidikan dalam Islam itu dimulai sejak kecil, mulai umur 0 tahun, bahkan dimulai sebelum itu. (Untuk materi ini sudah kami paparkan tersendiri dalam web swaharah.id ini sebelumnya dengan judul Kiat-Kiat Mencetak Generasi Andalan Bag. 1-3).

[Bersambung…]

 

Sumber Rujukan:

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Khadim al-Haramain asy-Syarifain, KSA.

Ahmad Farid, Dr., Konsep Penyucian Jiwa Dalam Islam, terj. Muhammad Suhadi, Lc., Jakarta: Ulumul Qura, cet.III, 2016.

Imam Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali, Mukhtashar Ihya’ Ulumuddin, Jakarta: Darul Kutub al-Islamiyah, 2004/1425 H.

Imam Ghazali, Ringkasan Ihya’ Ulumuddin, terj. Fudhailurrahman & Aida Humaira, Jakarta: Sahara Publishers, 2011.

Muhammad Amahzun, Prof. Dr., Manhaj Dakwah Rasulullah, terj. Anis Maftukhin dan Nandang Burhanuddin, Jakarta: Qisthi Press, cet. II, 2006.

Mushthafa al-Bugha, Dr., Al-Wafi Fi Syarhi al-Arba’in an-Nawawiyah, Bairut: Darul ‘Ilmi Wan-Nur, 2011-2012.

Musthafa Dieb al-Bugha Muhyidin Mistu, Dr., Al-Wafi, Menyelami Makna 40 Hadits Rasulullah Syarah Kitab Arba’in an-Nawawiyah, terj. Muhil Dhofir, Lc., (Jakarta: Al-I’tishom, 2008).

Shalih bin Fauzan, Kitab Tauhid I, terj. Agus Hasan Bashori, (Jakarta: Yayasan al-Sofwa, 2000).

 

Catatan Kaki:

[1] Makalah ini dikutip dari buku penulis berjudul Pendidikan Karakter Berbasis Sunnah Nabi saw, diterbitkan oleh Pustaka Al-Umm Malang, 2013. Kemudian kami lakukan penambahan dan perbaikan di dalamnya sesuai kebutuhan.

[2] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah I (al-Qur’an dan terjemahnya, 407).

[3] QS. al-A’raf (7): 59, 65, 73, 85; dan QS. al-Ankabut (29): 16. lihat, Shalih bin Fauzan, Kitab Tauhid I, terj. Agus Hasan Bashori, (Jakarta: Yayasan al-Sofwa, 2000), 54.

[4] Muhammad Amahzun, Manhaj Dakwah Rasulullah, 10.

Previous Post

KIAT-KIAT MENGHADAPI DEKADENSI MORAL GENERASI MILENIAL

Next Post

NESTAPA RUMAH SAKIT INDONESIA DI GAZA

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I.

Related Posts

MENGISI KEMERDEKAAN RI dan MENGAWAL PANCASILA
Pendidikan

MENGISI KEMERDEKAAN RI dan MENGAWAL PANCASILA

August 2, 2025
KONTEN MEDSOS DAN KALIMAT THAYYIBAH
Pendidikan

KONTEN MEDSOS DAN KALIMAT THAYYIBAH

July 21, 2024
PROFIL MADRASAH ALIYAH AL-UMM MALANG
Pendidikan

PROFIL MADRASAH ALIYAH AL-UMM MALANG

January 8, 2024
Next Post
NESTAPA RUMAH SAKIT INDONESIA DI GAZA

NESTAPA RUMAH SAKIT INDONESIA DI GAZA

Comments 2

  1. Muchamad Hanafi says:
    2 years ago

    Semoga tulisan Yai Mujib menginspirasi banyak orang untuk mendalami konsep Nabi dalam pendidikan karakter, sehingga dapat membentuk generasi yang taat dan hanya menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah memberikan keberkahan pada usaha penyampaian nilai-nilai keislaman tersebut.

    Reply
    • M. Mujib Ansor, SH., M.Pd.I. says:
      2 years ago

      Amin ya Rabbal ‘Alamin

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

PENGHAPUSAN TUJUH KATA PIAGAM JAKARTA

July 29, 2024
PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

PIAGAM JAKARTA DAN PANCASILA (Bag. 1)

July 21, 2024
KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

KERUKUNAN (TOLERANSI) ANTAR UMAT BERAGAMA

December 3, 2023
GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

GURU BESAR UGM: JOKOWI KELUAR DARI JALUR DEMOKRASI

February 1, 2024
BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

BELAJAR KEPADA SAYYIDAH KHADIJAH Radhiyallahu ‘Anha

4
JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

JILBAB PELAJAR, JILBAB PERJUANGAN

4
ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

ORANG KAFIR (BARAT) BENCI ISLAM

4
ORANG KAFIR SALING MENOLONG

ORANG KAFIR SALING MENOLONG

4
ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026

Recent News

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

ARIEF HIDAYAT dan PUTUSAN MK 90, JALAN GIBRAN JADI WAPRES: “BATIN SAYA MENANGIS”

April 30, 2026
BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

BOARD OF PEACE DAN PERJANJIAN HUDAIBIYAH

March 10, 2026
APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

APA YANG TERJADI DI JAWA PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW?

February 9, 2026
ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

ORANG BERIMAN TIDAK MERUSAK ALAM

January 9, 2026
SWAHARAH

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • PROFIL PENDIRI
    • PROFIL SWAHARAH.ID
  • Agama
    • Kajian
    • Khutbah
    • Makalah
  • Pendidikan
  • Kutipan
  • Nasional
    • Berita
    • Internasional
    • Opini
  • Sejarah
  • Keluarga
  • Tamu

© 2023 Swaharah Indonesia Muhammad Mujib Ansor, S.H, M.Pdi by Ahsan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In